SENAYANPOST - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn.) AM Hendropriyono menyoroti ketegangan di Timur Tengah yang kian dinamis, terutama soal posisi Iran di kawasan.
Iran yang merupakan negara mayoritas Syiah ini diketahui memiliki posisi yang unik di Timur Tengah.
Menurutnya, negara-negara Arab merasa resah dengan potensi Iran memiliki senjata nuklir karena negara-negara Arab sendiri belum memilikinya.
"Negara-negara Arab itu resah kalau Iran punya senjata nuklir, karena tidak ada negara Arab yang punya nuklir. Jadi Iran muncul sendiri sebagai negara kuat dan akan memimpin Timur Tengah," jelas Hendropriyono dalam perbincangan yang dikutip SenayanPost.com dari kanal YouTube Mahfud MD Official pada Sabtu, 28 Juni 2025.
Baca Juga: Usai 12 Hari Perang dengan Israel, Menlu Iran Abbas Araghchi Tegaskan soal Ini
Ia menilai sebagian besar negara Arab bahkan mempersoalkan identitas Iran sebagai negara beraliran Syiah.
"Sebagian besar negara Arab bilang Iran itu bukan Islam. Jadi mereka tidak ingin Timur Tengah yang harusnya didominasi oleh Sunni, dikuasai oleh Syiah," paparnya.
Menurutnya, kondisi ini membuat Iran rentan dijadikan sasaran penekanan oleh banyak pihak.
"Jadi dalam konteks perang ini kan dikeroyok dan dibiarkan, paling tidak dibiarkan. Kalau ada kata-kata simpati itu cuma ngomong saja," tegasnya.
Baca Juga: AS Surati Dewan Keamanan PBB usai Sempat Menyerang Tiga Fasilitas Nuklir Iran
Hendropriyono menilai negara-negara Arab cenderung membiarkan Iran berdiri sendiri menghadapi tekanan, meski di permukaan kadang menyatakan simpati.
"Seolah-olah kan disyukuri ya sudah, yang punya nuklir dia (Iran), saya kira begitu," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas internal Iran, khususnya di tubuh angkatan bersenjata mereka.
Menurutnya, persatuan militer antara Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC)
Artikel Terkait
Mengenal Sosok Dokter Harry Suryapranata, Pakar Kardiologi yang Mengoperasi AM Hendropriyono dengan Prosedur Ablasi Jantung
Doctor Harry Suryapranata, Cardiology Expert Who Performed Cardiac Ablation Procedure on AM Hendropriyono
Dari Laut Cina Selatan ke Suriah: AM Hendropriyono Beberkan Manuver AS dan Perang Proksi Melawan Iran
AM Hendropriyono soal Konflik Global Saat Ini: Takkan Jadi Perang Dunia 3, Tapi Intelijen Jahat Bisa Main di Indonesia
Dapat Wejangan Penting, Wapres Gibran Rakabuming Raka Berkunjung ke Kediaman AM Hendropriyono