Pentagon AS Sebut Program Nuklir Iran Tertunda hingga Dua Tahun

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 3 Juli 2025 | 14:01 WIB
Ilustrasi, Pentagon AS sebut program nuklir Iran tertunda selama 2 tahun setelah perang 12 hari dengan Israel belum lama ini. (Pexels.com/Markus Distelrath)
Ilustrasi, Pentagon AS sebut program nuklir Iran tertunda selama 2 tahun setelah perang 12 hari dengan Israel belum lama ini. (Pexels.com/Markus Distelrath)

SENAYANPOST - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon mengatakan bahwa program nuklir Iran tertunda satu hingga dua tahun baru-baru ini.

Diketahui, AS telah membombardir beberapa situs nuklir Iran dalam perang 12 hari antara negara tersebut dengan Israel.

Pentagon juga mengatakan bahwa operasi militer AS kemungkinan mencapai tujuannya meskipun penilaian awal yang jauh lebih hati-hati telah bocor ke publik.

Sean Parnell, juru bicara Pentagon, menyampaikan angka tersebut dalam sebuah pengarahan kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa perkiraan resmi 'mungkin mendekati dua tahun'.

Baca Juga: Hamas Pelajari Proposal Gencatan Senjata di Jalur Gaza yang Diusulkan Presiden AS Donald Trump

Parnell dalam kesempatan itu tidak memberikan bukti untuk mendukung penilaiannya.

"Kami telah menurunkan program mereka satu hingga dua tahun, setidaknya penilaian intelijen di dalam Departemen (Pertahanan) menilai hal itu," kata Sean Parnell pada 3 Juli 2025, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Pesawat pengebom militer AS melakukan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada tanggal 22 Juni dengan menggunakan lebih dari selusin bom penghancur bunker seberat 30.000 pon atau sekitar 13,6 ton dan lebih dari dua lusin rudal jelajah serang darat Tomahawk.

Perkembangan intelijen AS tentang dampak serangan itu diawasi dengan ketat, setelah Presiden Donald Trump mengatakan segera setelah serangan itu terjadi bahwa program Iran telah dihancurkan, bahasa yang digaungkan oleh Parnell pada pengarahan hari Rabu.

Baca Juga: Israel Kembali Serang Gaza, Direktur Rumah Sakit Indonesia Jadi Korban

Simpulan seperti itu sering kali membutuhkan waktu berminggu-minggu atau lebih bagi komunitas intelijen AS untuk menentukannya.

"Semua intelijen yang telah kami lihat (telah) membuat kami percaya bahwa Iran, khususnya fasilitas-fasilitas itu, telah dihancurkan sepenuhnya," kata Parnell.

Selama akhir pekan, kepala pengawas nuklir PBB, Rafael Grossi, mengatakan bahwa Iran dapat memproduksi uranium yang diperkaya dalam beberapa bulan, menimbulkan keraguan tentang seberapa efektif serangan AS untuk menghancurkan program nuklir Teheran.

Beberapa ahli juga telah memperingatkan bahwa Iran kemungkinan telah memindahkan persediaan uranium yang diperkaya tingkat senjata dari situs Fordow yang terkubur dalam sebelum serangan dan dapat menyembunyikannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X