Baca Juga: Israel Bebaskan 90 Warga Palestina yang Ditahan, Bagian dari Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
Abu Ubaidah menegaskan bahwa Israel penjajah tidak akan mencapai tujuannya dengan tipu daya dan genosida yang berlangsung selama 15 bulan lalu.
"Apa yang tidak dapat dicapai musuh melalui perang genosida, tidak akan dicapainya melalui ancaman dan tipu daya," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan kepada keluarga tahanan pendudukan Israel bahwa kerabat mereka ada yang masih hidup di tengah bombardir acak Israel di Gaza.
"Kami memperingatkan keluarga-keluarga tahanan pendudukan bahwa hingga hari ini kami memiliki bukti kehidupan bagi mereka yang masih hidup di antara para tahanan," ungkapnya.
Baca Juga: Qatar Umumkan Gencatan Senjata di Gaza Berlaku 19 Januari 2025 Pukul 08.30 Waktu Setempat
Menurutnya, satu-satunya cara untuk mengembalikan para tahanan perang ini adalah mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya terus-menerus mengalami penundaan.
Kenyataannya, penundaan tersebut diduga karena sabotase Netanyahu dalam kesepakatan gencatan senjata.
"alan terpendek adalah memaksa musuh untuk mematuhi apa yang telah disepakatinya. Ancaman perang musuh hanya akan menyebabkan kekecewaannya sendiri dan tidak akan menghasilkan pembebasan tawanannya," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Indonesia Sambut Positif Gencatan Senjata di Gaza, Wamenlu Anis Matta: Dunia Internasional Wajib Hukum Israel
Qatar Umumkan Gencatan Senjata di Gaza Berlaku 19 Januari 2025 Pukul 08.30 Waktu Setempat
Israel Bebaskan 90 Warga Palestina yang Ditahan, Bagian dari Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
Indonesia Dukung Gencatan Senjata di Gaza, Desak Dewan Keamanan PBB Ambil Dua Langkah Konkret Ini
Hamas Tuding Presiden AS Donald Trump Hambat Gencatan Senjata di Gaza