Hamas Tuding Presiden AS Donald Trump Hambat Gencatan Senjata di Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 7 Maret 2025 | 15:50 WIB
Gerakan Hamas menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump terkait gencatan senjata di Gaza yang saat ini sedang berlangsung. (alqassam.ps)
Gerakan Hamas menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump terkait gencatan senjata di Gaza yang saat ini sedang berlangsung. (alqassam.ps)

SENAYANPOST - Gerakan Perlawanan Palestina Hamas menanggapi ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump terkait gencatan senjata di Gaza.

Dalam tanggapannya itu, Hamas menuduh Donald Trump mempersulit kesepakatan gencatan senjata Gaza lebih jauh.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berencana untuk melanjutkan kampanye genosida di daerah kantong tersebut.

"Ancaman-ancaman ini memperumit masalah mengenai perjanjian gencatan senjata dan mendorong pemerintah pendudukan untuk menghindari penerapan ketentuan-ketentuannya," kata juru bicara gerakan perlawanan, Hazem Qassem pada 6 Maret 2025, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Baca Juga: Laporan: Daripada Turki, Israel Lobi AS Supaya Rusia Bertahan di Suriah yang 'Lemah' dan 'Terpecah'

"Sebuah perjanjian ditandatangani dengan Washington sebagai mediator, yang menetapkan pembebasan semua tahanan dalam tiga tahap. Hamas memenuhi kewajibannya pada tahap pertama, sementara Israel menghindari tahap kedua," tambahnya.

Hamas menilai Trump seharusnya menekan Israel agar mematuhi segala kesepakatan gencatan senjata.

"Pemerintah AS harus menekan pendudukan untuk memasuki negosiasi tahap kedua, sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian gencatan senjata," tegasnya.

Trump memperbarui ancamannya terhadap Hamas, yang telah dilontarkannya beberapa kali, dalam sebuah posting di platform Truth Social miliknya pada akhir 5 Maret.

Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Ribut dengan Volodymyr Zelensky, Partai Republik Terancam Pecah Kongsi

"Shalom Hamas. Anda dapat memilih. Bebaskan semua sandera sekarang, jangan nanti, dan segera kembalikan semua mayat orang-orang yang kalian bunuh, atau semuanya akan BERAKHIR bagi kalian," kata Donald Trump.

Ia juga menyebut Hamas 'sakit dan bejat'.

"Saya mengirimkan Israel semua yang dibutuhkannya untuk menyelesaikan tugas, tidak ada satu pun anggota Hamas yang akan selamat jika kalian tidak melakukan apa yang saya katakan. Saya baru saja bertemu dengan mantan sandera kalian yang hidupnya telah kalian hancurkan. Ini peringatan terakhir kalian!" imbuhnya.

Trump juga mengultimatum pimpinan Hamas yang masih berada di Jalur Gaza.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X