SENAYANPOST - Juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaidah memberikan pidatonya belum lama ini.
Abu Ubaidah menyampaikan perkembangan terkini proses gencatan senjata di Gaza yang saat ini memasuki tahap kedua.
Sebagaimana diketahui, negosiasi gencatan senjata tahap dua masih berlangsung dan mendapatkan 'perlawanan' dari Israel penjajah.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berencana untuk melanjutkan perangnya di Gaza sambil mengevakuasi seluruh tawanan perang.
Baca Juga: Hamas Tuding Presiden AS Donald Trump Hambat Gencatan Senjata di Gaza
Dalam pidatonya, Abu Ubaidah mengungkap bahwa pihak Israel penjajah telah banyak melakukan pelanggaran kesepakatan selama gencatan senjata tahap pertama berlangsung.
"Musuh telah mengingkari banyak kewajibannya, yang merupakan hak-hak dasar rakyat kita. Pimpinan musuh terus menghindari perjanjian, mencari perlindungan Amerika untuk melanjutkan agresi terhadap rakyat kita," kata Abu Ubaidah dalam pidatonya yang disampaikan 6 Maret 2025.
Juru bicara Brigade Al Qassam itu berkomitmen untuk mematuhi segala kesepakatan gencatan senjata.
"Perlawanan telah berkomitmen, di hadapan dunia dan para mediator, pada ketentuan-ketentuan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan di Gaza," lanjutnya.
Baca Juga: Indonesia Dukung Gencatan Senjata di Gaza, Desak Dewan Keamanan PBB Ambil Dua Langkah Konkret Ini
Lebih lanjut, Abu Ubaidah juga menunjukkan kondisi para tahanan yang pada umumnya dalam keadaan baik.
Berbanding terbalik ketika Israel penjajah membebaskan warga Palestina yang ditawan.
Tidak sedikit warga Palestina yang ditahan memiliki tanda-tanda bekas penyiksaan dan mengalami kelaparan.
"Dunia menyaksikan kondisi kesehatan yang baik dari para tahanan musuh, meskipun sulit untuk mempertahankan hidup mereka di tengah perang yang brutal, dan juga melihat bagaimana musuh telah dan terus menyiksa para tahanan kita, yang menceritakan kesaksian mengerikan tentang perlakuan kriminal Zionis," ungkapnya.
Artikel Terkait
Indonesia Sambut Positif Gencatan Senjata di Gaza, Wamenlu Anis Matta: Dunia Internasional Wajib Hukum Israel
Qatar Umumkan Gencatan Senjata di Gaza Berlaku 19 Januari 2025 Pukul 08.30 Waktu Setempat
Israel Bebaskan 90 Warga Palestina yang Ditahan, Bagian dari Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
Indonesia Dukung Gencatan Senjata di Gaza, Desak Dewan Keamanan PBB Ambil Dua Langkah Konkret Ini
Hamas Tuding Presiden AS Donald Trump Hambat Gencatan Senjata di Gaza