AS Setujui Paket Amunisi dan Bom Kecil ke Israel Penjajah Senilai Rp10,7 Triliun

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 30 November 2024 | 22:01 WIB
Ilustrasi, AS setujui kirim paket amunisi dan bom kecil ke Israel penjajah senilai Rp10,77 triliun untuk mendukung pembantaian di Jalur Gaza. (Pixabay.com/Joa70)
Ilustrasi, AS setujui kirim paket amunisi dan bom kecil ke Israel penjajah senilai Rp10,77 triliun untuk mendukung pembantaian di Jalur Gaza. (Pixabay.com/Joa70)

SENAYANPOST - Pemerintah Amerika Serikat (AS) setujui sementara paket amunisi dan bom kecil senilai Rp10,77 triliun sebagaimana diberitakan di beberapa media.

Keputusan tersebut diambil setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Menurut laporan dari Financial Times dan Reuters kesepakatan senjata itu termasuk ribuan perlengkapan amunisi serangan langsung gabungan atau JDAM dan bom berdiameter kecil.

Paket senjata tersebut diketahui terpisah dari kesepakatan senjata senilai Rp 316,72 triliun yang berusaha diblokir oleh sekelompok kecil senator AS bulan ini.

Baca Juga: Hari Solidaritas Internasional Bersama Rakyat Palestina: Di Mana Orang-orang Arab dan Islam?

Paket tersebut juga muncul setelah pemerintahan Biden mengeluarkan surat kepada Israel pada bulan Oktober, yang memperingatkan bahwa jika Israel tidak mengambil langkah-langkah dalam waktu 30 hari untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza, maka Washington akan menahan senjata dari negara tersebut.

Namun, tenggat waktu itu datang dan pergi.

AS akhirnya mengatakan puas dengan apa yang telah dilakukan Israel dalam hal situasi kemanusiaan.

Di saat yang sama, pengiriman bantuan ke Gaza telah jatuh ke rekor terendah.

Pada hari Selasa, Biden mengumumkan bahwa gencatan senjata selama 60 hari antara Israel dan gerakan Hizbullah di Lebanon yang kuat akan mulai berlaku pada tanggal 27 November pukul 4 pagi waktu setempat.

Baca Juga: 418 Hari Genosida: Pejuang Sita Drone Israel, Abu Ubaidah Sebut Satu Tawanan Tewas di Gaza Utara

Para pejabat AS dan Arab mengatakan kepada Middle East Eye bahwa gencatan senjata akan membuat pasukan Israel mundur dari Lebanon selatan.

Hizbullah telah setuju untuk mengakhiri kehadiran bersenjatanya di sepanjang perbatasan dan memindahkan senjata berat ke utara Sungai Litani, kata beberapa sumber.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Selasa mengklaim bahwa gencatan senjata baru-baru ini di Lebanon diperlukan untuk 'mengisi kembali persediaan', yang tampaknya merujuk pada perlunya lebih banyak pengiriman senjata dari AS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X