SENAYANPOST - Pemerintah Amerika Serikat (AS) setujui sementara paket amunisi dan bom kecil senilai Rp10,77 triliun sebagaimana diberitakan di beberapa media.
Keputusan tersebut diambil setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Menurut laporan dari Financial Times dan Reuters kesepakatan senjata itu termasuk ribuan perlengkapan amunisi serangan langsung gabungan atau JDAM dan bom berdiameter kecil.
Paket senjata tersebut diketahui terpisah dari kesepakatan senjata senilai Rp 316,72 triliun yang berusaha diblokir oleh sekelompok kecil senator AS bulan ini.
Baca Juga: Hari Solidaritas Internasional Bersama Rakyat Palestina: Di Mana Orang-orang Arab dan Islam?
Paket tersebut juga muncul setelah pemerintahan Biden mengeluarkan surat kepada Israel pada bulan Oktober, yang memperingatkan bahwa jika Israel tidak mengambil langkah-langkah dalam waktu 30 hari untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza, maka Washington akan menahan senjata dari negara tersebut.
Namun, tenggat waktu itu datang dan pergi.
AS akhirnya mengatakan puas dengan apa yang telah dilakukan Israel dalam hal situasi kemanusiaan.
Di saat yang sama, pengiriman bantuan ke Gaza telah jatuh ke rekor terendah.
Pada hari Selasa, Biden mengumumkan bahwa gencatan senjata selama 60 hari antara Israel dan gerakan Hizbullah di Lebanon yang kuat akan mulai berlaku pada tanggal 27 November pukul 4 pagi waktu setempat.
Baca Juga: 418 Hari Genosida: Pejuang Sita Drone Israel, Abu Ubaidah Sebut Satu Tawanan Tewas di Gaza Utara
Para pejabat AS dan Arab mengatakan kepada Middle East Eye bahwa gencatan senjata akan membuat pasukan Israel mundur dari Lebanon selatan.
Hizbullah telah setuju untuk mengakhiri kehadiran bersenjatanya di sepanjang perbatasan dan memindahkan senjata berat ke utara Sungai Litani, kata beberapa sumber.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Selasa mengklaim bahwa gencatan senjata baru-baru ini di Lebanon diperlukan untuk 'mengisi kembali persediaan', yang tampaknya merujuk pada perlunya lebih banyak pengiriman senjata dari AS.
Artikel Terkait
Pembantaian Makin Parah di Gaza Utara, Israel Penjajah Usir 100 Ribu Rakyat Palestina dalam 24 Jam Terakhir
Komite Khusus PBB Sebut Agresi Israel ke Jalur Gaza Mengarah Genosida
Pertahanan Udara Israel Kebobolan Lagi, Rudal Hizbullah Hantam Tel Aviv
Kabinet Israel Bahas Gencatan Senjata di Lebanon Usai Hizbullah Kirim Ratusan Roket ke Tel Aviv
418 Hari Genosida: Pejuang Sita Drone Israel, Abu Ubaidah Sebut Satu Tawanan Tewas di Gaza Utara