AS Setujui Paket Amunisi dan Bom Kecil ke Israel Penjajah Senilai Rp10,7 Triliun

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 30 November 2024 | 22:01 WIB
Ilustrasi, AS setujui kirim paket amunisi dan bom kecil ke Israel penjajah senilai Rp10,77 triliun untuk mendukung pembantaian di Jalur Gaza. (Pixabay.com/Joa70)
Ilustrasi, AS setujui kirim paket amunisi dan bom kecil ke Israel penjajah senilai Rp10,77 triliun untuk mendukung pembantaian di Jalur Gaza. (Pixabay.com/Joa70)

"Dan saya mengatakannya secara terbuka: bukan rahasia lagi bahwa telah terjadi penundaan besar dalam pengiriman senjata dan amunisi. Penundaan ini akan segera diselesaikan," kata Netanyahu dalam sebuah pidato pada 28 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Baca Juga: Kabinet Israel Bahas Gencatan Senjata di Lebanon Usai Hizbullah Kirim Ratusan Roket ke Tel Aviv

Dia tidak secara spesifik menyebut nama AS.

"Kami akan menerima pasokan persenjataan canggih yang akan menjaga tentara kami tetap aman dan memberi kami lebih banyak kekuatan serang untuk menyelesaikan misi kami," lanjutnya.

Seorang pejabat AS menanggapi pernyataan Netanyahu, dengan tegas membantah adanya penundaan dari AS dalam mengirimkan senjata ke Israel.

"Selain pengiriman bom seberat 2.000 pon, tidak ada penundaan kebijakan atau penahanan apa pun. Sama sekali tidak ada," kata seorang pejabat AS kepada The Times of Israel.

Awal tahun ini, AS menunda pengiriman bom seberat 2.000 pon ke Israel, dengan mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk mencegah invasi Israel ke Rafah, kota paling selatan di Gaza.

Baca Juga: Skandal Korupsi Benjamin Netanyahu Hantui sang Perdana Menteri, Jadi Alasan Perpanjang Perang di Gaza

Israel menginvasi Rafah pada bulan Mei. Namun, AS mengatakan tidak menentang serangan Israel dan mengklaim bahwa itu bukan invasi.

Seorang pejabat AS juga mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa tidak ada diskusi tentang menahan atau menjanjikan lebih banyak senjata kepada Israel sebagai bagian dari negosiasi yang akhirnya menghasilkan perjanjian Lebanon.

"Tidak ada bagian dari negosiasi ini yang melibatkan senjata di kedua belah pihak," kata pejabat itu.

Paket JDAM dan bom kecil ke Israel datang saat perang Israel di Gaza terus berlanjut.

JDAM telah digunakan oleh pasukan Israel untuk membunuh warga sipil di Gaza, demikian laporan kelompok hak asasi manusia.

Baca Juga: Inggris Bakal Tangkap Netanyahu dan Gallant Ikuti Perintah ICC, Jerman Justru Bilang Begini

Sejauh ini dalam perangnya di Gaza, Israel telah menewaskan sedikitnya 44.282 warga Palestina, menurut jumlah korban resmi yang dicatat oleh kementerian kesehatan Palestina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X