418 Hari Genosida: Pejuang Sita Drone Israel, Abu Ubaidah Sebut Satu Tawanan Tewas di Gaza Utara

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 29 November 2024 | 15:58 WIB
Juru Bicara Brigade Al Qassam Abu Ubaidah sebut satu tawanan tewas di Gaza Utara, pejuang baru-baru ini sita drone Israel. (alqassam.ps)
Juru Bicara Brigade Al Qassam Abu Ubaidah sebut satu tawanan tewas di Gaza Utara, pejuang baru-baru ini sita drone Israel. (alqassam.ps)

SENAYANPOST - Memasuki lebih dari 400 hari genosida di Gaza, para pejuang Palestina baru-baru ini menyita drone Israel penjajah.

Drone tersebut disita para pejuang tepatnya di Beit Lahia, Gaza Utara.

Tidak hanya itu, beberapa hari lalu juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaidah mengabarkan bahwa salah satu tawanan tewas di Gaza Utara.

"Selama 418 hari berturut-turut, Brigade Syuhada Izz al-Din al-Qassam terus menghadapi pasukan Zionis yang melakukan penetrasi ke beberapa wilayah Jalur Gaza, yang sejauh ini mengakibatkan terbunuhnya ratusan perwira dan tentara musuh serta pasukan Israel. melukai puluhan ribu orang, selain kehancuran total atau sebagian ratusan kendaraan," bunyi pernyataan resmi dari Brigade Al Qassam pada 28 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Qassam.

Baca Juga: Kabinet Israel Bahas Gencatan Senjata di Lebanon Usai Hizbullah Kirim Ratusan Roket ke Tel Aviv

Selain itu, para pejuang juga terus menghalau kendaraan militer musuh dengan RPG Al Yassin 105.

"Media militer menerbitkan adegan menargetkan kendaraan musuh dengan rudal Al-Yassin 105, dan menyita drone Evo Max Israel di poros serangan di kota Beit Lahia di Jalur Gaza utara," lanjutnya.

Kemudian media militer juga mengabarkan serangkaian serangan di Tepi Barat Palestina.

"Brigade Al Qassam menerbitkan laporan militer yang menyatakan bahwa mujahidin kita pagi ini mampu bentrok dengan senapan mesin dengan pasukan musuh. menyerbu kota Tubas di Bundaran Nakhla dan Jalan Al-Thaghra," ungkapnya.

Baca Juga: Skandal Korupsi Benjamin Netanyahu Hantui sang Perdana Menteri, Jadi Alasan Perpanjang Perang di Gaza

Kemudian Abu Ubaidah pada Sabtu minggu lalu mengonfirmasi tewasnya salah seorang tawanan yang merupakan warga Israel.

Abu Ubaidah menekankan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertanggung jawab atas tewasnya para tawanan ini.

"Penjahat perang Netanyahu, pemerintahannya, dan para pemimpin tentaranya memikul tanggung jawab penuh atas kehidupan para tahanan mereka, dan merekalah yang bertanggung jawab, yang bersikeras untuk terus menyebabkan penderitaan dan kematian mereka," kata Abu Ubaidah pada 23 November 2024.

Sebagaimana diketahui, tidak sedikit tawanan Israel yang tewas oleh serangan tentaranya sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Qassam

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X