SENAYANPOST - Setiap 29 November, kita memperingati Hari Solidaritas Internasional Bersama Rakyat Palestina.
Terlebih lagi saat ini sedang berlangsung genosida, pembersihan etnis yang dilakukan Israel penjajah terhadap rakyat Palestina.
Sebagaimana diketahui, Majelis Umum PBB memutuskan pada tahun 1977 untuk memperingati Hari Solidaritas Internasional Bersama Rakyat Palestina setiap 29 November.
Ini juga merupakan sebuah pengakuan bahwa mayoritas negara di dunia mengakui perjuangan Palestina dan mendukung narasinya dalam menghadapi Zionis Israel.
Baca Juga: 418 Hari Genosida: Pejuang Sita Drone Israel, Abu Ubaidah Sebut Satu Tawanan Tewas di Gaza Utara
Peringatan 47 tahun hari solidaritas ini menjadi saksi atas ketidakadilan, penindasan, dan agresi ala Nazi yang telah dialami rakyat Palestina selama beberapa dekade, dengan komunitas internasional yang tidak adil yang beroperasi dengan standar ganda dan mendukung negara apartheid dan kolonial pemukim.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Middle East Monitor, sistem ini memberi lampu hijau kepada negara Zionis Israel untuk membunuh, melukai, menyiksa, dan menggusur ratusan ribu warga Palestina di hadapan seluruh dunia.
Untuk tahun kedua berturut-turut, hari solidaritas menjadi saksi genosida Israel yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina di Gaza, yang didanai dan didukung oleh AS dan pemerintah barat lainnya.
Kelaparan telah dijadikan senjata, dan rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, dan infrastruktur sipil lainnya telah dihancurkan, begitu pula puluhan ribu rumah.
Baca Juga: Kabinet Israel Bahas Gencatan Senjata di Lebanon Usai Hizbullah Kirim Ratusan Roket ke Tel Aviv
Bahkan tempat-tempat yang dituju oleh warga Palestina yang mengungsi telah dibom. Israel telah menewaskan sedikitnya 44.282 warga Palestina sejak Oktober lalu, sebagian besar wanita dan anak-anak, sementara melukai 105.000 lainnya.
Diperkirakan 11.000 orang hilang, diduga syahid di bawah reruntuhan rumah mereka.
Negara pendudukan telah memblokir atau menghalangi semua pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza utara sepanjang bulan ini.
Lebih dari 1.000 dokter dan perawat telah dibunuh oleh Israel, dan ratusan lainnya telah ditangkap.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina kepada Presiden Amerika Serikat
Presiden Prabowo Pertanyakan Sikap Amerika Serikat atas Kondisi Palestina
Pembantaian Makin Parah di Gaza Utara, Israel Penjajah Usir 100 Ribu Rakyat Palestina dalam 24 Jam Terakhir
Bahas Kemerdekaan Palestina Presiden Prabowo Subianto dan Sekjen PBB Bertemu
Indonesia Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Palestina, TNI Siapkan Langkah Awal