Benjamin Netanyahu Bersikeras Bakal Kuasai Perbatasan Gaza dan Mesir, Begini Kata Otoritas Palestina

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 1 Januari 2024 | 12:13 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras untuk kuasai perbatasan Gaza dan Mesir, ini kata Otoritas Palestina. (Twitter.com/@netanyahu)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras untuk kuasai perbatasan Gaza dan Mesir, ini kata Otoritas Palestina. (Twitter.com/@netanyahu)

Baca Juga: Jadwal Tayang Terbaru The Story of Park Marriage Contract Episode 11, Lengkap dengan Prediksi!

"Pernyataan Netanyahu tentang kembalinya Israel menguasai poros Philadelphia dan penyeberangan Rafah di sisi Palestina serta penciptaan zona penyangga dan pengaturan keamanan baru merupakan bukti nyata keputusan untuk mengembalikan sepenuhnya pendudukan dan menghancurkan perjanjian dengan Mesir," kata Hussein Al Sheikh dalam akun X (sebelumnya Twitter).

"Hal ini memerlukan keputusan terpadu Palestina-Arab untuk menghadapi dampak dari perang agresif ini dan upaya Netanyahu untuk memaksakan realitas baru sebagai akibat dari perang ini," lanjutnya.

Saat jumpa pers pada hari Sabtu, Netanyahu mengatakan perang akan berlangsung 'berbulan-bulan' dan memperbarui janjinya untuk 'menghilangkan Hamas'.

Namun, para analis Palestina dan Israel mengkritik tujuan perang tersebut sebagai sesuatu yang tidak jelas dan tidak realistis.

Baca Juga: UNHCR Tanggapi Pemindahan Paksa Pengungsi Rohingya Aceh, Imbau Masyarakat Hati-hati Ujaran Kebencian

Semakin banyak politisi dan pengunjuk rasa Israel yang mendesak pemerintah untuk mencapai kesepakatan dengan Hamas untuk membebaskan tawanan yang ditahan di Gaza, bahkan jika itu berarti mengakhiri perang.

Qatar dan Mesir telah memimpin perundingan gencatan senjata tidak langsung antara pihak-pihak yang bertikai dalam beberapa pekan terakhir tanpa adanya terobosan baru.

Sementara itu, pemboman dan serangan darat Israel telah meluas di wilayah tengah dan selatan Jalur Gaza, menyebabkan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 21.700 orang pada hari Minggu, dengan lebih dari 56.000 orang terluka dan 7.000 orang hilang.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X