SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras perbatasan Gaza dan Mesir harus dikuasai oleh Israel.
Netanyahu mengatakan bahwa Gaza harus demiliterisasi sambil memburu pasukan pejuang di Gaza.
Sebagaimana diketahui, intensitas perang dalam beberapa minggu terakhir ini terlihat menurun.
Namun, Israel terus melakukan pemboman tanpa pandang bulu kepada warga sipil Palestina di Gaza.
Baca Juga: AM Hendropriyono Menekankan Pentingnya Mindset Indonesia for the Indonesia pada HUT ke-56 KBWJI
"Koridor Philadelphi, atau lebih tepatnya titik penghentian selatan (Gaza) harus berada di tangan kita," kata Benjamin Netanyahu pada 30 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Perdana Menteri Israel ini juga bersikeras bahwa tidak ada jalan lain untuk menguasai Gaza dengan melakukan hal demikian.
Jelas bahwa pengaturan lain tidak akan menjamin demiliterisasi yang kita inginkan,” tambahnya.
Koridor Philadelphi adalah zona sepanjang 14 km dan lebar 100 meter yang membentang di sepanjang perbatasan Gaza dengan Mesir.
Baca Juga: Opini: Mengakhiri Tahun 2023 dengan Catatan Buruk HAM Dunia
Setelah penarikan militer Israel dari Gaza pada tahun 2005, rute tersebut berada di bawah kendali keamanan Mesir dan Otoritas Palestina.
Pengembalian kendali Israel ke koridor tersebut memerlukan persetujuan Mesir.
Netanyahu tidak merinci bagaimana pasukan Israel berencana merebut kembali wilayah tersebut.
Sementara itu, Hussein Al Sheikh, seorang pejabat senior Otoritas Palestina, mengatakan pernyataan Netanyahu membuktikan niat Israel untuk menduduki kembali Gaza dan 'menghancurkan perjanjian dengan Mesir'.
Artikel Terkait
110 Warga Israel Masih Disandera Hamas, Benjamin Netanyahu: Kita Harus Terus Perang
Tiga Warga Israel yang Jadi Tahanan Hamas Dipastikan Tewas, Abu Ubaidah Sebut Benjamin Netanyahu
Joe Biden Ungkap Pembicaraan dengan Benjamin Netanyahu, Minta Gencatan Senjata?
Keluarga Sandera Ejek PM Benjamin Netanyahu di Knesset: Kami Tidak Punya Waktu Lagi!
Benjamin Netanyahu Keukeuh Lanjutkan Perang hingga Warga Gaza 'Deportasi', Hamas: Ini Rencana Konyol