110 Warga Israel Masih Disandera Hamas, Benjamin Netanyahu: Kita Harus Terus Perang

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 17 Desember 2023 | 13:15 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu bersikeras memusnahkan Hamas, di saat yang bersamaan kelompok pejuang masih menahan ratusan sandera. (Twitter.com/@IsraeliPM)
PM Israel Benjamin Netanyahu bersikeras memusnahkan Hamas, di saat yang bersamaan kelompok pejuang masih menahan ratusan sandera. (Twitter.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan resmi terkait tiga warga Israel yang ditembak mati oleh IDF baru-baru ini.

Tak hanya itu, Netanyahu juga menyampaikan langkah selanjutnya untuk membebaskan para sandera yang kini ditahan oleh kelompok pejuang Hamas.

Netanyahu dalam pesannya yang diunggah di akun X (dulu Twitter) meyakinkan warga Israel bahwa ia akan membebaskan para sandera dari Hamas sesegera mungkin.

"Kita berperang demi keberadaan kita semua. Kita harus terus berperang sampai meraih kemenangan, meskipun ada tekanan internasional dan kerugian yang sangat besar yang harus kita tanggung karena perang ini yang mengakibatkan jatuhnya putra-putri kita tercinta. Negara Israel berduka atas kematian tragis tiga korban penculikan kami, Alon Shamriz, Samer Talalka, dan Yotam Haim," cuit Benjamin Netanyahu pada 17 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari akun X-nya.

Baca Juga: Link Nonton Anime One Piece Episode 1088 Sub Indo, Ternyata Ini Impian Luffy yang Sebenarnya!

Belum lama ini, IDF, tentara Israel mengumumkan bahwa mereka menembak mati tiga sandera Hamas yang tidak lain adalah warga Israel.

Beredar kabar bahwa ketiga warga Israel itu menunjukkan bendera putih kepada tentara IDF sebelum akhirnya dieksekusi.

IDF menyampaikan bahwa ketiga warga Israel yang sebelumnya ditahan Hamas itu diduga melarikan diri.

Netanyahu menanggapi insiden tersebut mengakui sangat terkejut.

Baca Juga: Debat Panas Piers Morgan dan Dokter NHS, Tak Setuju Hamas Organisasi Perlawanan

"Ketika saya diberitahu tentang tragedi mengerikan itu, saya terkejut. Alon, Samar dan Vitam selamat dari neraka selama 70 hari. Mereka hanya selangkah lagi dari kebebasan, mereka benar-benar menyentuh penebusan dan saat itulah bencana terjadi. Itu menghancurkan hatiku. Hal ini mematahkan hati seluruh bangsa. Hati kami tertuju kepada keluarga pada saat mereka membutuhkan," lanjutnya.

Setelah tewasnya tiga warga Israel akibat salah tembak, Hamas baru-baru ini menerbitkan rilis terbaru terkait sandera lainnya.

Dalam video yang berdurasi kurang lebih satu menit itu, Hamas mengultimatum Israel agar segera menghentikan agresi kepada warga sipil Palestina di Gaza.

Video itu juga menunjukkan bagaimana satu per satu warga Israel tewas akibat serangan tentaranya sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Twitter @netanyahu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X