Opini: Geert Wilders Menang, Islam di Belanda Meradang

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Senin, 18 Desember 2023 | 21:32 WIB
Dr. KH Amidhan Shaberah (Istimewa)
Dr. KH Amidhan Shaberah (Istimewa)

Baca Juga: Link Nonton Anime One Piece Episode 1088 Sub Indo, Ternyata Ini Impian Luffy yang Sebenarnya!

Sedangkan orang asing, imigran—terutama yang berasal dari negara-negara Islam— harus pergi dari Jerman, karena telah merampas peluang kerja orang pribumi.

Di Prancis ada Marine Le Pen, pimpinan Partai Front Nasional yang berpengaruh dan sehaluan dengan Wilders di Belanda. Front Nasional adalah partai terbesar ketiga di Prancis.

Sedangkan, di Austria dan Belgia ada Freedom Party yang juga sehaluan dengan Partai Front Nasionalnya Le Pen.

Eropa adalah benua kebebasan. Gerakan antiimigran dan anti-Islam terus membesar di sana.

Baca Juga: Debat Panas Piers Morgan dan Dokter NHS, Tak Setuju Hamas Organisasi Perlawanan

Namun sebaliknya, Islam juga makin berkembang di Eropa. Bertambahnya pemeluk Islam di Eropa bukan hanya berasal dari imigran Timur Tengah dan Turki, tapi juga dari orang-orang kulit putih warga setempat.

Di Inggris, misalnya, tiap tahun ribuan warga negara Inggris kulit putih masuk Islam. Begitu pula di Jerman, Prancis, dan Belanda.

Kondisi ini tampaknya membuat gerah orang-orang tertentu seperti Wilders dan Le Pen. Karena itu, keduanya membuat partai dengan slogan antiimigran sekaligus anti-Islam.

Mereka mendapat dukungan kalangan kelas menengah bawah, tapi tidak mendapat dukungan kelas menengah atas.

Baca Juga: Al Jazeera Kutuk Serangan Tentara Israel di Khan Younis hingga Tewaskan Samer Abu Daqqa

Jika partai yang diusung Wilders dan Le Pen menang, kalangan menengah atas khawatir nilai-nilai kebebasan beragama dan pluralisme di Eropa akan hancur karena semangat rasial kedua tokoh politik itu.

Itulah sebabnya, meski mendapat dukungan kelas menengah bawah, gerakan antiimigran dan islamophobia mendapat tantangan dan kecaman dari pengusaha, kelas menengah, dan akademisi.

Dari konteks inilah kita melihat Geert Wilders, yang partainya mendapat kursi terbesar di parlemen Belanda.

Meski mendapat penolakan dari partai-partai tertentu, untuk berkoalisi dengan PVV agar Wilders jadi PM, tapi yang namanya politik sulit diprediksi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X