"Kemudian kami akan memutuskan untuk periode setelahnya," tambah juru bicara itu.
Sementara itu, Houthi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menembakkan rudal ke dua kapal, MSC Alanya dan MSC Palatium III. Pernyataan itu tidak menyebut Al Jasrah.
Juru bicara MSC mengatakan tidak ada serangan di Alanya.
Ketika ditanya tentang klaim Houthi atas serangan terhadap Palatium III, juru bicara tersebut tidak memberikan komentar lebih lanjut.
Kelompok Houthi mengatakan kedua kapal tersebut sedang menuju ke Israel.
Namun, Alanya dan Palatium III sama-sama mencantumkan Jeddah di Arab Saudi sebagai tujuan mereka, menurut data dari penyedia pelacakan kapal dan analisis maritim MarineTraffic.
"Kami akan terus mencegah semua kapal menuju pelabuhan Israel sampai makanan dan obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat kami di Jalur Gaza tersedia," bunyi pernyataan Houthi.
Baca Juga: Petinggi Hamas Ismail Haniyeh Buka Negosiasi dengan Israel, Ini Syaratnya
"Kami menjamin semua kapal yang menuju ke semua pelabuhan di dunia selain pelabuhan Israel bahwa mereka tidak akan mengalami bahaya dan mereka harus tetap menggunakan alat identifikasi mereka," katanya.
Houthi yang bersekutu dengan Iran, yang menguasai sebagian besar Yaman namun tidak diakui secara internasional, mengatakan bahwa mereka menargetkan pengiriman barang untuk menekan Israel selama serangannya di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 18.700 orang dalam perang dua bulan melawan Hamas, yang menguasai daerah kantong tersebut.***
Artikel Terkait
Pertukaran Tawanan, Langkah Damai untuk Yaman
Arab Saudi Bantu APBN Yaman 1,2 Milyar USD
Houthi Yaman Serang Kapal Kontainer Maersk di Laut Merah, Perusahaan Asal Denmark Justru Bilang Begini
Lagi, Kapal Kontainer Asing Diserang Proyektil Houthi Yaman di Laut Merah
Eks Marinir AS Sebut Hamas Menang Lawan Israel: Benjamin Netanyahu Tinggal Menghitung Hari