SENAYANPOST - Dua perusahaan kapal kontainer mengumumkan menunda seluruh perjalanan melalui Laut Merah buntut dari serangan Houthi Yaman baru-baru ini.
Perusahaan pelayaran Denmark Maersk mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya menangguhkan perjalanan kapalnya melalui Selat utama Bab al-Mandeb, dan perusahaan pelayaran kontainer Jerman Hapag-Lloyd mengatakan akan menghentikan perjalanan di Laut Merah hingga Senin.
Pengumuman tersebut muncul setelah serangan dari Yaman yang dikuasai Houthi menghantam dua kapal berbendera Liberia di Selat Bab al-Mandab pada Jumat pagi.
Baca Juga: Eks Marinir AS Sebut Hamas Menang Lawan Israel: Benjamin Netanyahu Tinggal Menghitung Hari
Sebuah proyektil, yang diyakini merupakan drone, menghantam salah satu kapal, menyebabkan kebakaran namun tidak ada korban luka, kata pejabat itu.
Kapal tersebut diidentifikasi sebagai Al-Jasrah berbendera Liberia, kapal kontainer sepanjang 370 meter yang dibangun pada tahun 2016.
Perusahaan intelijen swasta Ambrey mengatakan kapal tersebut, yang dimiliki oleh perusahaan transportasi Jerman Hapag-Lloyd, 'mengalami kerusakan fisik akibat serangan udara' di utara kota pesisir al-Makha (Mocha) di Yaman.
Baca Juga: Nahas Nasib 3 Warga Israel Jadi Korban Tembak IDF, Netanyahu Sampaikan Belasungkawa
"Proyektil tersebut dilaporkan mengenai sisi kiri kapal dan satu kontainer jatuh ke laut akibat benturan tersebut. Proyektil tersebut menyebabkan kebakaran di dek," kata Ambrey pada 16 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.
Dua rudal balistik ditembakkan dalam serangan kedua, salah satunya menghantam sebuah kapal, menyebabkan kebakaran, yang sedang dipadamkan oleh awak kapal, kata pejabat AS.
Kantor berita Associated Press mengidentifikasi kapal yang diserang dalam serangan kedua adalah MSC Palatium III berbendera Liberain.
"Menyusul insiden nyaris celaka yang melibatkan Maersk Gibraltar kemarin (Kamis) dan serangan lainnya terhadap kapal kontainer hari ini, kami telah menginstruksikan semua kapal Maersk di wilayah yang akan melewati Selat Bab el-Mandeb untuk menghentikan perjalanan mereka hingga pemberitahuan lebih lanjut," demikian pernyataan dari Maersk, salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia.
Perusahaan pelayaran kontainer Jerman Hapag-Lloyd telah menghentikan semua pelayarannya melalui Laut Merah hingga 18 Desember, kata seorang juru bicara pada hari Jumat.
Artikel Terkait
Pertukaran Tawanan, Langkah Damai untuk Yaman
Arab Saudi Bantu APBN Yaman 1,2 Milyar USD
Houthi Yaman Serang Kapal Kontainer Maersk di Laut Merah, Perusahaan Asal Denmark Justru Bilang Begini
Lagi, Kapal Kontainer Asing Diserang Proyektil Houthi Yaman di Laut Merah
Eks Marinir AS Sebut Hamas Menang Lawan Israel: Benjamin Netanyahu Tinggal Menghitung Hari