Alasan Tentara Israel Targetkan Rumah Sakit di Gaza, Ini Analisis Pengamat

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 21 November 2023 | 11:19 WIB
Ilustrasi, menurut pengamat, ini alasan Israel menyerang rumah sakit yang ada di Gaza, Palestina sebulan terakhir ini. (Pexels.com/Wendy Wei)
Ilustrasi, menurut pengamat, ini alasan Israel menyerang rumah sakit yang ada di Gaza, Palestina sebulan terakhir ini. (Pexels.com/Wendy Wei)

Baca Juga: AM Hendropriyono: Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Menang Pilpres 2024

Rumah Sakit Ibnu Sina, salah satu yang terbesar di Tepi Barat, digerebek.

Dan pada awal November, pasukan Israel menangkap beberapa pasien dan petugas mereka dari sebuah rumah sakit di Yerusalem Timur.

Namun mengapa Israel menargetkan rumah sakit Palestina mengingat hal ini juga menimbulkan kritik signifikan dari organisasi hak asasi manusia terkemuka, yang menuduhnya melakukan kejahatan perang?

Israel Bersikeras

Baca Juga: Eksekusi Lahan Ruko di Mojokerto Sengaja Diperlambat

Secara resmi, Israel bersikeras bahwa mereka menargetkan fasilitas yang menampung pejuang atau infrastruktur Hamas.

Israel mengklaim Hamas menggunakan al-Shifa sebagai pusat komando, misalnya.

Namun Hamas membantah klaim tersebut, dan beberapa hari setelah mengambil alih fasilitas tersebut, Israel tidak mampu memberikan bukti kuat untuk mendukung pernyataannya.

Alasan sebenarnya Israel menargetkan rumah sakit berbeda-beda, menurut Omar Rahman, peneliti di Dewan Urusan Global Timur Tengah yang berbasis di Doha.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin

Ini adalah bentuk perang psikologis, katanya.

"Serangan terhadap rumah sakit menunjukkan kepada masyarakat bahwa tidak ada tempat yang aman bagi (warga Palestina)," kata Rahman pada 20 November 2023, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.

Tahani Mustafa, analis senior Palestina di International Crisis Group, mengatakan tindakan yang membuat warga Palestina merasa tidak aman di setiap fasilitas di Jalur Gaza adalah untuk memadamkan segala bentuk perlawanan.

"Ini adalah bagian dari pola pelecehan yang sudah berlangsung lama terhadap staf dan layanan medis, di mana Israel menunjukkan kepada warga Palestina bahwa tidak ada seorang pun dan tidak ada ruang yang aman," kata Mustafa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X