Alasan Tentara Israel Targetkan Rumah Sakit di Gaza, Ini Analisis Pengamat

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 21 November 2023 | 11:19 WIB
Ilustrasi, menurut pengamat, ini alasan Israel menyerang rumah sakit yang ada di Gaza, Palestina sebulan terakhir ini. (Pexels.com/Wendy Wei)
Ilustrasi, menurut pengamat, ini alasan Israel menyerang rumah sakit yang ada di Gaza, Palestina sebulan terakhir ini. (Pexels.com/Wendy Wei)

Baca Juga: Tamat Malam Ini, Link Nonton The Escape of The Seven Episode 17 Sub Indo

"Ini adalah upaya sistematis untuk mengintimidasi penduduk lokal dan melemahkan keinginan mereka untuk melawan," tambahnya.

Sepanjang perang, Israel telah menargetkan sejumlah ambulans dan fasilitas medis di Tepi Barat dan Gaza, mengklaim bahwa pejuang Palestina menggunakannya untuk bergerak dan berlindung, tanpa memberikan bukti atas klaim tersebut, kata analis tersebut.

Lampu hijau dari Amerika

Israel juga menargetkan bangunan-bangunan sipil seperti rumah sakit karena mereka dapat lolos dari serangan tersebut, kata Trita Parsi, wakil presiden eksekutif di Quincy Institute for Responsible Statecraft yang berkantor pusat di Washington.

Baca Juga: Firli Bahuri Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Pemerasan, Polisi Singgung soal Penetapan Tersangka

"Satu-satunya pengawasan dan batasan yang penting adalah yang datang dari Amerika Serikat," kata Parsi.

"Perhitungan Israel adalah bahwa protes internasional tidak menjadi masalah selama Amerika Serikat menolak membatasi tindakan Israel," lanjutnya.

Dengan tidak adanya tekanan dari AS, ditambah dengan pemerintahan 'paling ekstremis' dan sayap kanan yang pernah dimiliki Israel.

Namun, seiring dengan berlanjutnya perang, AS mungkin terpaksa mendesak sekutunya untuk mengurangi keganasan serangannya, seiring dengan menurunnya citra AS di seluruh dunia.

Baca Juga: Rumah Sakit Indonesia di Gaza Kewalahan Terima Pasien, Direktur: Kami Tidak Dapat Tawarkan Layanan Apa Pun Lagi

"Kedudukan dan kredibilitas AS di dunia anjlok akibat lampu hijau bagi tindakan Israel semacam ini," kata Parsi.

"Mungkin saja hal ini tidak akan berlanjut lebih lama lagi, karena kerugian yang ditimbulkan oleh hal ini terhadap Amerika Serikat tidak dapat ditoleransi," jelasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X