Wawancara Khusus AM Hendropriyono: Merenungkan Kopassus dan Ide Separatis Papua

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Selasa, 18 April 2023 | 07:05 WIB
AM Hendropriyono
AM Hendropriyono

Baca Juga: Berkah Temboro, Kafe Instagrameble di Madinah van Java

NGOs dari AS yaitu Franciscans International, Geneva for Human Rights, VIVAT International, Commission of the Churches on International Affairs of the World Council, CIVICUS, Asian Forum for Human Rights and Development, International Coalition for Papua, Westpapua Netzwerk, Commission for Justice, Peace and Integrity of Creation of the Franciscans in Papua, Human Right Watch (HRW) dan Amnesty International dari Inggris, dengan data dari LSM-LSM domestik terutama KontraS dan TAPOL.

Mereka digerakkan oleh pemerintah Amerika Serikat melalui USAID (United States Agency for International Development), seperti yang biasa mereka lakukan untuk mengancam kita sejak negara Indonesia dalam periode revolusi fisik pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Serangan-serangan hoaks terhadap Kopassus terbungkus oleh isu pelanggaran HAM (Hak Azasi Manusia) di medan pertempuran fisik dengan sebaliknya, mengabaikan kenyataan terorisme KSTB terhadap rakyat dan orang-orang sipil yang tak berdosa (Innocent Persons).

4. Lalu tujuan apa yang ingin dicapai?

Baca Juga: Pertukaran Tawanan, Langkah Damai untuk Yaman

Tujuan politik pemerintah RI adalah berhentinya kehendak disintergasi periferal OPM untuk melepaskan diri dari pangkuan NKRI, sehingga tujuan Kopassus adalah berhentinya perlawanan bersenjata pasukan gerilya Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP).

5. Bagaimana sebetulnya keadaan lingkungannya?

Perkembangan teknologi yang serba internet dan berkecerdasan buatan di zaman ini, menggiring setiap sengketa politik ke medan perang siber.

Namun dalam catatan National Cyber Security Index (NCSI) keamanan siber Indonesia berada pada tingkat yang sangat rendah, yaitu peringkat ke 3 terendah di antara negara-negara G20.

Baca Juga: Sutradara Preman Pensiun Pastikan Lanjut Season 9, Netizen: Lawannya Jangan Itu-itu Aja

Kelemahan ini terbukti dengan ‘Skandal Bjorka’ pada tahun 2022 yang membocorkan semilyar lebih data SIM Cards, doxing sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional.

Pada titik lemah itu bergaung informasi tentang sejumlah purnawirawan yang bergabung dalam partai politik.

Sebagai generasi penerus TNI yang setia kepada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, Kopassus berbeda dengan purnawirawan dalam parpol pada aspek disiplin dan kesetiaan.

Para prajurit Kopassus harus tunduk, setia, hormat serta taat kepada atasannya dengan tidak membantah perintah atau putusan, sedangkan para purnawirawan tersebut harus setia kepada parpolnya masing-masing sampai mereka duduk dalam administrasi pemerintahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X