Para aktivis ingin berkompetisi di ajang yang jujur dan adil.
"Buat saya, pertandingan itu dalam demokrasi adalah jujur, adil, terbuka, dan objektif," katanya.
Dalam kompetisi yang jujur tersebut tidak boleh nabok nyilih tangan yang artinya melakukan perbuatan buruk dengan cara menyuruh orang lain.
"Pertandingan jujur tidak boleh pakai teknik nabok nyilih tangan," imbuhnya.
Baca Juga: Pembalap Indonesia akan Ikut dalam ajang Kompetisi Unggulan Yamaha di Eropa
Sementara itu, Kepala Lapas Sukamiskin, Kunrat Kasmiri menerangkan bahwa Anas perlu lapor tiga bulan ke depan ke Balai Permasyarakatan.
"Pak Anas masih perlu lapor ke Balai Permasyarakatan (Bapas) Bandung," kata Kunrat.
Anas diwajibkan untuk wajib lapor kepada Balai Permasyarakatan sebelum dinyatakan bebas murni.
Baca Juga: Opini: Olahraga Sepakbola dan Olahseni Politik
"Mulai dari sekarang sampai 3 bulan ke depan (harus wajib lapor)," jelasnya.
Kunrat berharap Anas bisa segera bebas murni dan berkumpul kembali bersama keluarganya.
"Mudah-mudahan pak Anas bisa bebas murni dan kembali ke keluarganya," harapnya.***
Artikel Terkait
Transaksi Janggal Rp349 Triliun di Kemenkeu Simpang-siur, Mahfud MD Bakal Rapat Lagi dengan Komisi III DPR
Opini: Olahraga Sepakbola dan Olahseni Politik
Pembalap Indonesia akan Ikut dalam ajang Kompetisi Unggulan Yamaha di Eropa
Agnes alias AG Divonis Hakim 3,5 Tahun dalam Kasus Penganiayaan, Kuasa Hukum David: Jauh Panggang dari Api!
Tiga Anak Muda yang Melakukan Klitih terhadap Anggota Kopassus, Mengaku Sakit di Bagian Ini