Opini: Olahraga Sepakbola dan Olahseni Politik

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Selasa, 11 April 2023 | 07:05 WIB
Opini sepakbola
Opini sepakbola

Oleh Dr. H.M. Amir Uskara
Anggota DPR RI/Penggemar Sepabola

SENAYANPOST - Sabtu, 25 Desember 2021, jantung rakyat Indonesia berdegub keras. Betapa tidak! Menjelang akhir pertandingan babak semifinal Piala AFF (ASEAN Football Federation), antara timnas Singapura versus timnas Indonesia, kedudukan masih seimbang 2-2.

Namun di menit ke-88 -- dua menit jelang akhir pertandingan -- akibat pelanggaran keras pemain Indonesia Pratama Arhan terhadap pemain belakang Singapura Shanual Anwar di kotak pinalti, tim Negeri Singa mendapatkan “hadiah” tendangan pinalti dari wasit.

Semua pemain dan suporter Indonesia terkejut. Dapat dikatakan 99 persen, Indonesia di ambang kekalahan. Seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, berdoa agar penalti itu gagal.

Booom! Dengan sigap, penjaga gawang Nadeo Argawinata menepis tendangan keras pemain Singapura, sehingga kedudukan tetap berimbang 2:2 sampai akhir laga.

Baca Juga: Pembalap Indonesia yang Menggeber Motor Honda, Berhasil Meraih Kemenangan di Thailand Talent Cup

Pertandingan pun dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Di perpanjangan waktu itulah Indonesia berhasil melesakkan 2 gol tambahan, sehingga kedudukan menjadi 4-2 untuk kemenangan Indonesia. Seluruh tim dan supporter Indonesia pun bergemuruh. Indonesia masuk final AFF 2020.

Yang menarik dari peristiwa itu adalah munculnya video di kanal Youtube bagaimana seluruh bangsa Indonesia, tua muda, laki perempuan, berdoa untuk Nadeo dan ketika bola berhasil ditepis, keriuhan pun menggema di seluruh pelosok Nusantara.

Tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kecemasan sebelum penalti dan kegembiraan setelahnya.

Begitulah sepakbola. Sebuah olahraga yang nyaris digemari oleh hampir semua penduduk bumi. Tak terkecuali Indonesia. Dari data box tahun 2022 tercatat 69% populasi Indonesia menyukai sepakbola.

Baca Juga: Cocok Dikonsumsi pada Bulan Ramadhan, Ini 5 Manfaat Jus Wortel untuk Tubuh Kita

Ini prosentase terbesar “penggemar bola” di seluruh dunia, melebihi Brasil dan Argentina (masing-masing 50%) sekalipun. Padahal kedua negeri Amerika Latin ini diangap sebagai kiblat sepakbola dunia dan produsen pemain-pemain bola terbaik dunia seperti Pele (Brasil), Maradona dan Messi (Argentina).

Survei LSI (Lembaga Survei Indonesia) terbaru, rilis 9 April 2023, terkait penolakan timnas Israel untuk bertanding di Piala Dunia U-20 menunjukkan, 71,3% rakyat Indonesia, tidak mempermasalahkan bila pemain bola muda Negeri Yahudi itu bertanding di Indonesia.

Ini artinya, kegemaran terhadap sepakbola melebihi pertimbangan politik. Ini sesuai dengan prinsip FIFA. Permainan sepakbola harus dipisahkan dengan politik. Tapi bagi rejim Indonesia, persoalannya lain. Politik tampaknya masih tetap panglima.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X