Gibran? Apa prestasinya? Ketika dicawapreskan, Presiden Jokowi melanggar UU anti-KKN yang diperjuangkan di awal era Reformasi. Demi Gibran, Presiden Jokowi mengacak-acak Mahkamah Konstitusi dengan bantuan Uncle Usman, ketua MK.
Baca Juga: Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal
So, dalam kasus tadi, latar belakang Jokowi beda banget dengan kasus Kennedy. Seperti langit dan bumi.
Ya. Fakta yang lebih fiksi dari fiksi sudah terjadi. Sungguh aku tak pernah berpikir dan berimajinasi Jokowi bisa seperti itu. Aku sampai tak bisa tidur seminggu gegara ulah Presiden Jokowi.
Mau diletakkan di mana mukaku yang pernah menulis buku pujian untuk Presiden Jokowi berjudul Jokowi The Inspiring President! Malu...
Tapi itu terjadi. Dahsyat! Tesis Budi Darma terbukti di Indonesia.
Sampai hari ini pun aku tak habis pikir -- kenapa Presiden Jokowi seperti itu. Lebih aneh lagi, orang seperti Efron Bayern dan Teguh Budi Wobowo, dua sahabat terbaikku di FB, alumni UGM, tetap membela Jokowi. Dan orang seperti Efron dan Teguh ternyata buaanyaak sekali. Kesambet massal, pinjam istilah Cak Nun.
Ini benar-benar luar biasa. Penipuan dan keculasan terjadi secara nasional. Itulah fakta yang lebih fiksi dari fiksi yang kini terjadi di Indonesia.
Itulah jawabanku untuk Prof. Johana!.***
Artikel Terkait
Rocky Gerung Minta Maaf Buntut Hina Presiden Jokowi, Jhon Sitorus: Lihatlah Cara Pengecut Bekerja
Presiden Jokowi Pimpin Rombongan Duta Besar Asing Naik MRT Jakarta Menuju Sekretariat ASEAN
Presiden Jokowi Ajak Artis dan Influencer Coba LRT Jabodebek dari Stasiun Jati Mulya-Dukuh Atas
Presiden Jokowi Ditemani Para Menteri Meninjau LRT Jabodebek dari Bekasi hingga Dukuh Atas
Dubes Iran Didoakan Presiden Jokowi Sukses Tingkatkan Kerjasama Indonesia-Iran
Begini Komentar Presiden Jokowi yang Resmikan Pameran Otomotif IIMS di JI Expo Kemayoran
Hadiri KTT ASEAN-Australia Presiden Jokowi Temui PM Australia sampai PM Kamboja