Opini: Fakta yang Lebih Fiksi dari Fiksi

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Minggu, 10 Maret 2024 | 11:53 WIB
Syaefudin Simon
Syaefudin Simon

Oleh: Syaefudin Simon, Kolumnis

SENAYANPOST - Prof. Johana EP Hadiyono (Gubes Psikologi UGM) pernah mengomentari status-ku di FB. Sulit membedakan tulisan Mas Simon, mana fakta mana fiksi. Ungkapnya.

Nah sekarang aku jawab, apa bedanya fakta dan fiksi? Fakta kadang lebih fiksi dari fiksi. Itu kata cerpenis Budi Darma, yg Gubes Sastra Unair, Surabaya.

Dulu, aku tak pernah berpikir, ada pesawat penumpang Boeing 747 menabrak gedung menara kembar pencakar langit di New York.

Pesawat dan gedung hancur. Sungguh dahsyat dan Mengerikan. Ribuan manusia tewas. Itu fakta yg lebih dahsyat dari fiksi. Dan gilanya, pelakunya orang-orang Islam, yang nabinya cinta damai.

Baca Juga: زيارة فخرية إلى السفير الفلسطيني لدى إندونيسيا

Contoh lainnya, tiba-tiba Presiden Jokowi yg selama ini tampak ramah, lugu, dan ndeso, begitu brutal mengacak-acak demokrasi Indonesia. Presiden Jokowi berkhianat pada PDIP dan Bu Mega yang membesarkannya.

Presiden Jokowi menyutradarai drakor pemilu 2024. Tanpa malu-malu kritik pedas kaum intelektual, budayawan, dan akademisi terhadap Jokowi dianggap angin lalu.

Jadilah pemilu 2024 adalah pemilu terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Lebih buruk ketimbang pemilu zaman Orba. Korupsi gigantik disengaja untuk biaya kampanye Prabowo Gibran.

Jika Soeharto hanya berani mengangkat Tutut, anaknya jadi Mensos, Jokowi lebih edan, mendudukkan Gibran jadi Wapres. Ini fakta yang lebih dahsyat dari fiksi.

Baca Juga: Tayang Perdana Malam Ini, Link Nonton Queen of Tears Episode 1 Sub Indo

Sobatku Denny JA, konsultan politik Presiden Jokowi dan Prabowo-Gibran membelanya. Kenapa menyalahkan Jokowi soal Gibran wapres? Bukankan Presiden John F Kennedy pernah mengangkat adiknya, Robert Kennedy, sebagai Jaksa Agung?

Kennedy, membela diri. Robert Kennedy adalah seorang ahli hukum yang handal dan hebat. Reputasinya tidak diragukan. Andaikan Robert bukan adikku, niscaya tetap aku pilih jadi Jaksa Agung.

Kebetulan dia adikku. Dan UU tidak melarangnya. Rakyat Amerika pun diam. Tak ada demo berjilid-jilid. Robert Kennedy memang pakar hukum yg hebat. Rakyat Uncle Sam mengakuinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X