Opini: Robohnya Keadilan Kami

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Senin, 17 Juli 2023 | 23:11 WIB
Simak opini dari Dr. Abdul Aziz, M.Ag, dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta yang mengulas tentang keadilan dan KPK. (SenayanPost.com)
Simak opini dari Dr. Abdul Aziz, M.Ag, dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta yang mengulas tentang keadilan dan KPK. (SenayanPost.com)

Baca Juga: Nathalie Holscher Ultimatum Haters yang Cibir Aksinya Buka Hijab, Hati-hati Dipolisikan

Benar saja. Saat Zhu Rongji jadi PM, ribuan bahkan mungkin ratusan ribu koruptor di China dihukum mati. Sampai-sampai lembaga Human Right Watch(HRW) di AS menuduh China melakukan pelanggaran HAM berat karena menghukum mati begitu banyak orang yang dituduh korupsi.

Tapi, demi tekad kuat memberantas korupsi, China tak peduli kecaman tersebut. Para koruptor pun takut kehilangan nyawa. Hasilnya, China tumbuh menjadi negeri yang bersih dari korupsi.

Mampukah Indonesia meniru China? Harusnya mampu. Yang pertama harus dilakukan, berikan contoh sikap antikorupsi di level puncak.

Pemimpin puncak harus menjadi teladan dalam pemberantasan korupsi. Zhu Rongji telah menunjukan keteladanan itu. Ia bersih dan menghukum mati koruptor. Tanpa pandang bulu. Meskipun koruptor itu petinggi partai komunis dan temannya Zhu. Tetap dihukum mati bila terbukti korupsi.

Baca Juga: Anies Baswedan Singgung Kezaliman dan Kedengkian Saat Apel Siaga Partai Nasdem

Ingat keteladanan lebih besar pengaruhnya ketimbang sejuta pernyataan. Zhu Rongji telah membuktikannya. Dan China berhasil memberantas korupsi. Padahal sebelumnya China dikenal sebagai negara sangat korup.***

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Opini: Penyakit dalam Jurnalistik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X