Opini: Fikih Kritis dalam Perspektif Climate Change

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Jumat, 5 Juli 2024 | 23:58 WIB
Budhy Munawar
Budhy Munawar

Sudah tidak lagi memadai. Kita sekarang perlu fikih yang “su-u dzann” (berpikir negatif), alias kritis dalam melihat tawaran-tawaran pemecahan masalah yang “reasonable” dari dunia industri dan ekonomi pembangunan yang terus mengejar pertumbuhan ekonomi dengan bayaran kerusakan lingkungan.

Baca Juga: Dipecat dari Ketua KPU Buntut Kasus Asusila, Hasyim Asy'ari Justru Bilang Begini

Dalam pandangan teologi, pandangan fikih Ulil menurut saya, adalah “selemah-lemah iman”.

Masalah krisis iklim, perlu iman yang lebih kuat, tindakan yang lebih radikal, yaitu memecahkan masalah sampai ke akar-akarnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X