Oleh: Ir. Wisnu Salman, Alumnus ITB/Konsultan Pertambangan/CEO Geo PT Mining Berkah
SENAYANPOST - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim di Dubai, 1-12 Desember 2023, penuh keprihatinan.
Betapa tidak! KTT yang dihadiri 198 negara ini, diselenggarakan dengan latar belakang bencana global yang mengerikan.
Banjir dan badai laut yang makin dahsyat, gelombang panas yang kian memanggang bumi, musim panas yang sangat menyengat, dan kebakaran hutan yang kian massif di seluruh dunia.
Greta Thunberg, aktivis lingkungan asal Swedia yang pernah menggemparkan dunia (karena aksinya menyerukan "mogok sekolah" tahun 2018 di Eropa dan Amerika, untuk mengingatkan pimpinan dunia agar peduli terhadap kerusakan bumi yang kian parah) menuduh KTT Iklim atau Conference of The Parties/COP 28 Dubai hanya sekadar "greenwashing".
Baca Juga: Polisi Pidie Selidiki Kasus Penyelundupan Etnis Rohingya, Pelaku Raup Untung hingga Rp3,3 Miliar
Yaitu mempromosikan keberpihakan mereka tanpa membuat perubahan yang berarti, untuk menyelamatkan bumi.
Padahal menurut United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), saat ini apa yang terjadi di bumi (akibat kadar tinggi gas rumah kaca di atmosfir) sudah bukan lagi "global warming" -- tapi "global boiling."
UNEP (United Nationd Environment Program, PBB) melaporkan bahwa gas rumah kaca di atmosfer mencapai rekor tertinggi pada tahun 2022.
Berdasarkan kondisi tersebut, UNEP meragukan KTT Iklim Dubai mampu merumuskan penurunan emisi karbon sesuai kesepakatan dunia.
Baca Juga: Jamu Sehat Indonesia Masuk Warisan Budaya Takbenda di UNESCO
UNEP menegaskan emisi karbon global pada tahun 2030, hanya akan berkurang dua persen dibandingkan dengan tingkat emisi pada tahun 2019.
Ini jauh dari penurunan sebesar 43 persen, yang diperlukan untuk membatasi pemanasan bumi hingga maksimal 1,5 derajat Celcius sejak zaman pra-industri.
Penurunan karbon 43 persen dari kondisi tahun 2019 tersebut, adalah upaya minimal untuk mencegah kenaikan suhu bumi 1,5 derajat Selsius dari era sebelum revolusi industri.
Artikel Terkait
Ini Fasilitas yang Diberikan Hyundai sebagai Mobil Listrik yang Dipakai oleh Para Delegasi KTT ASEAN
Raja Salman Undang Basyar Al Asad Hadiri KTT Liga Arab
Jokowi Singgung soal Myanmar di KTT ASEAN 2023: Indonesia Siap Berbicara dengan Siapa pun
Rusia Tanggapi Hasil KTT NATO di Lituania, Sebut Barat Kembali ke 'Skema' Perang Dingin
KTT ASEAN 2023: Prabowo Subianto Sebut ASEAN Kawasan yang Cukup Kondusif
Jelang KTT Luar Biasa OKI, Hamas : Jalur Gaza Perlu USD 3 Milyar untuk Rekonstruksi
Jokowi Tiba di AS, Bawa Hasil KTT OKI untuk Joe Biden: Ada Pesan Khusus dari Presiden Palestina