Opini: Pertambangan Nikel, Mobil Listrik, dan Pencemaran Lingkungan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 7 November 2023 | 12:18 WIB
Ir Wisnu Salman mengulas tentang pertambangan nikel, mobil listrik, dan dampaknya terhadap pencemaran lingkungan. (Dokumentasi SenayanPost.com)
Ir Wisnu Salman mengulas tentang pertambangan nikel, mobil listrik, dan dampaknya terhadap pencemaran lingkungan. (Dokumentasi SenayanPost.com)

Baca Juga: Opini: Empat Skenario Serangan Israel ke Gaza Berakhir

Walhi Maluku Utara mencatat pertambangan nikel telah mengakibatkan hilangnya hutan alam di pulau kecil seluas 16.000 hektar dalam 15 tahun terakhir. Industri pertambangan nikel juga mencemari laut dan menyebabkan penurunan jumlah nelayan.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Maluku Utara, Faizal Ratuela, menyebutkan sepanjang tahun 2014 hingga 2018 saja, telah terjadi penurunan jumlah nelayan dari 8.587 menjadi 3.532 orang pada 2018.

"Artinya, pencemaran laut akibat nikel telah menyebabkan orang yang berprofesi nelayan sebanyak lima ribu orang kehilangan pekerjaan," ungkap Faizal Ratuela dalam Pertemuan Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia pada Selasa-Rabu (30 Agustus-1 September 2022) di Hotel Amaris, Denpasar.

Baca Juga: Anang Hermansyah Kode Anaknya Segera Halal, Pacar Azriel Hermansyah Justru Ngaku Tak Mau Nikah Muda

Lantas untuk apa pertambangan dan industri nikel di Malut bila rakyat di sekitarnya menderita?***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X