Opini: Whoosh, dalam Perspektif Ekonomi Masa Depan

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Kamis, 19 Oktober 2023 | 10:15 WIB
Anggota DPR RI Dr. H. M Amir Uskara mengulas tentang Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang belum lama ini menuai pro dan kontra. (Instagram.com/@keretacepat_id)
Anggota DPR RI Dr. H. M Amir Uskara mengulas tentang Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang belum lama ini menuai pro dan kontra. (Instagram.com/@keretacepat_id)

Oleh: Dr. H.M. Amir Uskara,
Ekonom/Wakil Ketua Komisi XI DPR RI


SENAYANPOST - Whoosh, Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), sudah mulai beroperasi dengan tiket berbayar pada bulan Oktober 2023 ini.

Kecepatan maksimalnya, 350 Km perjam. Jakarta Bandung, ditempuh sekitar 30 menit saja, luar biasa.

Whoosh, tidak hanya cepat. Tapi juga mewah, dalam perjalanan 30-36 menit Jakarta-Bandung, penumpang dimanjakan dengan fasilitas modern.

Interior mewah, mendengarkan musik, menonton film, dan layanan kuliner -- tinggal klik. Tempat duduknya nyaman, hening, dan tanpa guncangan, pas untuk melepas lelah.

Baca Juga: Tak Semua Orang Bisa Merasakan Tiket Gratis Kereta Cepat, Ini Kriterianya

Dengan demikian penumpang selama perjalanan, seperti istirahat di tempat sepi dan nyaman. Dengan segala kenyamanan dan kecepatan yang Whoosh (baca: sangat cepat seperti angin dalam bahasa Jawa), sistem transportasi Indonesia kini menuju babak baru.

Transportasi cepat tidak hanya melalui pesawat terbang di udara, tapi juga melalui jalur kereta api di darat.

Setelah KCIC Jakarta-Bandung rampung, akan segera dibangun kereta api cepat Jakarta-Surabaya. Kedua kereta cepat tersebut akan menghubungkan kota-kota besar di Pulau Jawa.

Dampaknya niscaya luar biasa, ekonomi masyarakat di sekitar stasiun kereta cepat akan berkembang. Ekonomi pariwisata di Pulau Jawa pun akan berkembang Whoosh, secepat Kereta Cepat.

Baca Juga: Setelah Gratis Selama Tiga Bulan, Berapa Tarif Kereta Cepat Jakarta - Bandung

Bagi orang berpandangan positif, kehadiran kereta cepat Whoosh, akan berdampak besar pada kemajuan Indonesia ke depan. Tapi bagi yang berpandangan negatif, akan mempertanyakan untung rugi secara finansial dari Whoosh ini, seperti pedagang kelontong.

Biaya pembangunan Whoosh sangat mahal, 7,2 miliar USD (sekitar Rp 108 triliun), dengan harga tiket sekitar 300 ribuan rupiah, kapan balik modal -- kata Ekonom Faisal Basri.

Faisal menyatakan, sampai kiamat pun beban utang pembangunan Whoosh tidak akan lunas, karena Whoosh adalah proyek rugi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X