Opini: Beda antara NASA dengan Badan Ruang Angkasa Rusia

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Kamis, 21 September 2023 | 10:02 WIB
Guntur Soekarno yang merupakan Ketua Dewan Ideologi DPP PA GMNI mengulas tentang komunitas BETA UFO Indonesia. (Tangkapan layar YouTube SENAYAN TV)
Guntur Soekarno yang merupakan Ketua Dewan Ideologi DPP PA GMNI mengulas tentang komunitas BETA UFO Indonesia. (Tangkapan layar YouTube SENAYAN TV)

Dengan fenomena-fenomena di atas mau tidak mau Amerika Serikat khususnya PENTAGON melalui NASA harus membuka diri dengan bermacam-macam percobaan-percobaannya agar tidak tertinggal dari negara-negara lain khususnya Rusia. 

Baca Juga: Sering Dibandingkan dengan Fuji, Mayang Santai, Doddy Sudrajat Manfaatkan Jadi Cuan

Keharusan Perubahan Pola Pikir

Bagi Indonesia bila saja pembangunan yang dilaksanakan hanya pembangunan di bumi dan melupakan ruang angkasa maka kita akan tertinggal jauh dari negara-negara lain termasuk negara-negara berkembang yang lain.

Oleh karena itu, menurut hemat penulis Indonesia setelah sukses dalam pembangunan infrastruktur, hilirisasi bahkan IKN harus segera beralih kepada pembangunan-pembangunan yang berhubungan dengan angkasa luar karena senang tidak senang hari depan umat manusia tidak lagi di bumi ini melainkan di luar angkasa!

Sebelum terlambat lakukanlah perubahan pola pikir saat ini menjadi pola pikir yang berorientasi pada ruang angkasa dan kehidupan ruang angkasa!***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X