Mereka membuka selebar-lebarnya terutama kejadian-kejadian yang berhubungan dengan adanya UFO seperti sebuah pesawat tempur mereka Mig-31 yang 'diserang' oleh sebuah piring terbang namun sang pilot selamat karena sempat melakukan bail out walaupun pesawatnya hancur karena jatuh.
Baca Juga: Vidi Aldiano Sembunyikan Kanker yang Menyebar, Tak Mau Disebut ‘Orang Sakit’
Belum lagi fenomena hutan Tunguska yang tiba-tiba saja hancur terbakar seluas lebih kurang 400 mil persegi.
Semua itu di beberkan secara detail dan terbuka untuk diketahui oleh khalayak.
Namun rupanya sifat rahasia, tertutup yang dilakukan oleh PENTAGON dengan berjalannya waktu tidak dapat dipertahankan karena pada tahun ini Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat NASA membentuk unit khusus untuk meneliti keberadaannya UFO dan kehidupan lain di ruang angkasa terutama di luar Galaksi Bima Sakti.
Untuk masalah tersebut diatas Direktur NASA Bill Nelson menjelaskan perkembangan ini terjadi karena didorong oleh semangat menjelajah untuk mengetahui kebenaran historis adanya makhluk-makhluk ruang angkasa di luar Galaksi Bima Sakti.
Baca Juga: Pasca Hidup dengan 1 Ginjal, Kini Kanker Vidi Aldiano Menyebar, Kembali Rutin Kemoterapi
Rupanya dengan segala macam kerahasiaannya mengenai masalah UFO telah membuat Amerika tertinggal jauh dari hal-hal mengenai masalah ruang angkasa dari negara-negara blok sosialis khususnya Rusia.
Ketambahan menghadapi kenyataan bahwa negara-negara berkembang sudah sangat maju di bidang ruang angkasa.
Saat ini Arab Saudi sudah berhasil meluncurkan dua orang astronotnya bahkan salah satunya perempuan ke ruang angkasa.
Belum lagi RRC yang sudah berhasil mendirikan stasiun ruang angkasanya Tiangong (Rumah Surgawi) tempat Taikonot-Taikonotnya mempersiapkan diri untuk mendarat di Bulan.
Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu SOMEBODY, D.O EXO, Baru Aja Rilis Harus Dihafalin!
Dalam tahun ini saja Tiongkok sudah berhasil 3 kali mendaratkan Taikonot-Taikonotnya dengan selamat di Bulan.
Bahkan berhasil menemukan adanya air di salah satu kutub di Bulan.
Belum lagi India dan Korea Utara saat ini sudah berhasil meluncurkan roket-roket untuk persiapan pendaratan Astronot-Astronotnya di Bulan.
Artikel Terkait
Opini: Sambo yang Lepas dari Hukuman Mati
Opini: Apakah Megawati Mau Berhubungan Lagi dengan SBY?
Opini: Berwajah Imut tapi Teroris
Opini: Polisi Memburu "Escobar Indonesia"
Opini: Hukum Positif Telantarkan Orang Tua