> “If‘al wa lā ḥaraj.” Kerjakanlah, tak mengapa.
Muzanni dan Waris pun tampaknya berpegang pada kaidah yang sama.
Subuh dulu atau senam dulu?
Jawabannya: if‘al wa lā ḥaraj.
---
Minggu Kedua: Telat Tapi Kompak
Masuk minggu kedua, PBB ditiadakan. Tinggal apel, senam, dan lari.
Alhamdulillah, keduanya sering hadir.
Kalau telat?
Telatnya barengan.
---
Malam ke-17: Danton Istirahat di Tempat
Malam ke-17, menjelang akhir diklat, para Danton dan Danki mendapat tugas lain. Apel malam tetap harus jalan.
Peleton 4 sepakat menunjuk Muzanni sebagai Danton sementara.
Barisan rapi.
Muzanni maju ke depan.
Aura komando keluar.
Dengan suara tegas ala komandan BANSER, ia berteriak:
> “SIIAAP… GRAK!”