Berangkat naik ambulans.
Pulang?
Disuruh jalan kaki.
Jarak kamar ke klinik: ±600 meter.
Dalam hati Muzanni hanya ada satu kalimat:
“Kurang ajar, Waris. Ngerjain saya”
---
Hari Ketiga: Meriang Bergilir
Hari ketiga PBB, Muzanni hadir. Berdiri tegak. Sehat lahir batin. Seolah asam urat itu hanya hoaks.
Sebaliknya, Waris absen.
Danton mulai curiga, tapi tetap profesional.
“Pak Muzanni, Pak Waris ke mana?”
Muzanni menjawab tenang, seolah sudah disiapkan jawabannya sejak malam:
> “Izin, Ndan. Waris meriang. Semalam menggigil.”
Tidak dramatis.
Tidak berlebihan.
Masih sangat manusiawi.
Danton kembali memaklumi.
“Mungkin cuaca,” pikirnya.
---