Celakanya, banyak oleh-oleh atau buah tangan tersebut, kalau di Mekah atau Madinah, made in China, Bangladesh, atau Egypt (Mesir).
Kalau dibuat di Indonesia, tentunya akan menambah 'kueh ekonomi' haji di dalam negeri karena made in Indonesia.
Dari perspektif ekonomi, masih banyak peluang Indonesia untuk memperoleh “efek cuan” dari haji dan umroh. Dalam hal ini, pinjam istilah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, H. Sandiaga Salahuddin Uno -hendaknya wisata religi yang potensinya sangat besar di Indonesia- bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi nasional. Salah satunya, adalah haji dan umroh.
Haji dan umroh, bukan sekadar ibadah penting bagi umat Islam, tapi juga potensi penting untuk membangun ekonomi umat.***
Artikel Terkait
Kapan Jadinya Libur Lebaran Haji? Begini Cara Pemerintah Tentukan Idul Adha
Jika Perayaan Idul Adha Berbeda, Muhammadiyah Usulkan Libur Lebaran Haji Dua Hari
Raffi Ahmad Gagal Berangkat Haji Tahun Ini, Sudah Usaha Ganti Travel, Kini Pasrah Instrospeksi
Arab Saudi Rawat 69.540 Jamaah Haji
Pemudi Pramuka Arab Saudi Dikerahkan Bantu Jamaah Haji
Keutamaan Puasa Arafah Bagi Umat Muslim yang Tak Melaksanakan Ibadah Haji yang Jatuh pada Tanggal 27 Juni 2023
Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Bertemu di Makkah, Silaturahmi di Sela Ibadah Haji