Opini: Ekonomi Haji Pascapandemi dan Uang Jokowi

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Rabu, 28 Juni 2023 | 21:59 WIB
Jutaan Jemaah Haji Melaksanakan Wukuf di Arafah
Jutaan Jemaah Haji Melaksanakan Wukuf di Arafah

Baca Juga: Pemudi Pramuka Arab Saudi Dikerahkan Bantu Jamaah Haji

Seperti membangun pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lain-lain. Manfaatnya jauh lebih besar untuk kemaslahatan umat ketimbang uangnya dipakai untuk naik haji yang kedua, ketiga, dan seterusnya.

Ekonomi Haji

Kuota haji untuk Indonesia tahun 2023 sudah normal kembali, sebanyak 220.000 orang. Naiknya kuota haji dari KSA (Kerajaan Saudi Arabia) ini, tidak diperoleh dengan mudah.

Tapi melalui pertimbangan seksama dari KSA. Pertama, karena Indonesia bisa meyakinkan KSA bahwa masalah Covid-19 telah bisa diatasi.

Baca Juga: Arab Saudi Rawat 69.540 Jamaah Haji

Indonesia diakui dunia internasional sebagai negara yang mampu mengatasi pandemi dengan sangat baik. Catat, di beberapa negara, masalah Covid-19 masih belum selesai, termasuk di Cina.

Kedua, Indonesia tak hanya berhasil mengatasi pandemi dalam waktu singkat dan menjadi contoh dunia. Tapi juga mampu meminimalisasi dampak negative pandemi terhadap kinerja perekonomian nasional. Keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah pandemi mendapat pujian PBB.

Dengan latar belakang itu, sudah sepantasnya KSA memberikan kuota haji Indonesia seperti tahun-tahun sebelum pandemi.

Namun, alangkah baiknya, jika pascapandemi, Indonesia mampu memanfaatkan peluang ekonomi haji secara maksimal, agar momentum ibadah haji dapat menambah kueh perekonomian nasional.

Baca Juga: Raffi Ahmad Gagal Berangkat Haji Tahun Ini, Sudah Usaha Ganti Travel, Kini Pasrah Instrospeksi

Potensi keuntungan ekonomi ini akan jauh lebih besar, jika mengikutsertakan ibadah umrah ke dalam skenario peta jalan bisnis haji dan umrah.

Kenapa? Haji dan umroh sebagai 'wisata religi' tidak ada matinya. Tiap tahun jumlahnya makin besar, seiring dengan makin bertambahnya umat Islam di Indonesia.

Tiap tahun jemaah haji dan umrah dari Indonesia mencapai 1,5 juta orang lebih, terdiri dari 220.000 ribu jemaah haji dan 1,3 juta jemaah umrah.

Dengan jumlah yang sangat besar tersebut, terdapat banyak potensi bisnis yang bisa menciptakan keuntungan ekonomi bagi masyarakat Indonesia. Sebagai contoh adalah pemenuhan kebutuhan pangan jemaah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X