Viral Pesan Singkat Berujung Pengamanan Gegana di SDN 15 Srengseng Sawah Jakarta Selatan, Benarkah Ada Ancaman Teror Bom?

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 13 Juli 2026 | 16:44 WIB
SDN 15 Srengseng Bawah di Jakarta Selatan diduga menerima ancaman teror bom, pihak polisi telah menurunkan aparat pengaman. (Instagram.com/@jakarta.terkini)
SDN 15 Srengseng Bawah di Jakarta Selatan diduga menerima ancaman teror bom, pihak polisi telah menurunkan aparat pengaman. (Instagram.com/@jakarta.terkini)

SENAYANPOST - Sebagian publik di media sosial, tengah dihebohkan dengan kasus dugaan teror bom yang dialami warga sekolah di SDN 15 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin, 13 Juli 2026.

Dalam unggahan Instagram @jakarta.terkini, tersiar kabar teror bom itu melalui sebuah pesan singkat yang diduga dikirimkan pelaku ke pegawai tata usaha (TU) sekolah, dan seorang guru wali kelas 1.

"Pesan itu dikirimkan oleh orang tak dikenal (OTK) dan menyebut telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah," tulis postingan tersebut.

Terkini, aparat kepolisian telah menerjunkan Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya untuk mengamankan lokasi.

Baca Juga: Pramono Anung Berharap Warga Jakarta Hidup Nyaman dan Bahagia, Rano Karno: HUT ke-499 Jadi Momentum Hadapi Tantangan Global

Dalam proses penyelidikan, polisi melakukan sterilisasi serta penyisiran di seluruh area sekolah.

Pemeriksaan dilakukan guna memastikan tidak ada benda berbahaya yang dapat mengancam keselamatan siswa, guru, maupun staf sekolah.

Hingga proses pemeriksaan berlangsung, pihak kepolisian juga melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku pengirim ancaman tersebut.

Guru: Ada Pesan Teror saat Upacara

Secara terpisah, Guru Kelas 5 SDN Srengseng, Subekhi menuturkan, pesan ancaman teror itu terkirim saat para guru dan siswa sedang melakukan upacara bendera, pada Senin, 13 Juli 2026 pagi.

Baca Juga: Ketua DPRD DKI Dorong Pemprov Percepat Penanganan Banjir dan Kemacetan Jelang HUT ke-500 Jakarta

Hal itu sontak membuat kepanikan di lokasi, namun pihak sekolah berupaya agar kegiatan tetap kondusif.

"Salah satu guru menerima pesan teror saat kami sedang melaksanakan upacara. Kami mengondisikan agar situasi tetap tenang," kata Subekhi di lokasi, Jagakarsa, pada hari yang sama.

"Isi pesannya, ada bom di beberapa titik di sekolah ini. Yang menerima pesan pegawai TU dan guru kelas 1," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Instagram @jakarta.terkini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X