VIII. Implikasi Kebijakan
Dalam implementasinya, CROSBESO memerlukan penguatan kawasan perbatasan dan kawasan ekonomi khusus. GLOBESO membutuhkan kebijakan yang mendorong investasi asing, integrasi rantai pasok global, serta diplomasi ekonomi yang aktif.
Sementara itu, hilirisasi menuntut industrialisasi berbasis sumber daya alam, penguatan sektor industri nasional, serta kebijakan proteksi selektif yang terukur untuk menjaga daya saing.^8
- Indonesia sebagai Node Ekonomi Global
Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pasar konsumsi menjadi node dalam jaringan ekonomi global, yaitu sebagai simpul strategis yang menghubungkan arus produksi, distribusi, dan interaksi ekonomi dunia. Posisi ini menuntut kemampuan untuk tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga mengendalikan sebagian rantai nilai global.
- Penutup
Lebih dari tujuh dekade setelah Konferensi Asia-Afrika 1955, orientasi perjuangan bangsa telah bergeser dari independensi politik menuju interdependensi ekonomi.
Melalui model CROSBESO–GLOBESO–Hilirisasi, Indonesia memiliki kerangka strategis yang tidak hanya menjelaskan proses integrasi ekonomi, tetapi juga menawarkan arah kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan ini, Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari globalisasi, tetapi berpotensi menjadi aktor utama dalam arsitektur ekonomi dunia.
*Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan RI (1996-1998).
Artikel Terkait
Dukung AM Hendropriyono, Ini Profil Wagub Cantik Lampung Alumni PMII Siap Kembangkan Lanu Way Tuba
Diterima AM Hendropriyono, Ketua MPR RI Akui Lebih Banyak Mendengar Nasehat Tentang Dinamika Nasional dan Geopolitik Global
Panembahan Agung Tedjowulan Minta Restu AM Hendropriyono Kelola Kraton Surakarta
AM Hendropriyono Dukung KGPHPA Tedjowulan Kelola Kraton Kasunanan Surakarta
AM Hendropriyono Ungkap Soemitronomics adalah Formula Tepat Hadapi Dampak Perang di Timur Tengah