SENAYANPOST – Kunjungan Guru Besar Filsafat Intelijen Jenderal TNI (Purn) Prof Dr Abdullah Mahmud Hendropriyono ke Lanu Way Tuba pada Rabu 31 Desember 2025 kemarin, disambut sejumlah pejabat penting di antaranya Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Chalim yang datang bersama Panglima Daerah Militer Lampung Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengendarai helikopter dari Bandar Lampung.
Pada pertemuan tersebut, Wagub Lampung Jihan Nurlela menyampaikan kesiapan Pemerintah Provinsi Lampung untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan untuk mengembangkan Lanu Way Tuba yang bernama Bandara Gator Subroto.
“Ini kado akhir tahun bagi kami. Saya mewakili Pemerintah Lampung siap berkolaborasi membangun Lanud Gatot Subroto,” ungkapnya di depan para hadirin di antara mereka yaitu Mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Muhammad Andika Perkasa, Sekjen Kwarnas Pramuka Mayjen TNI (Purn) Bachtiar Utomo dan Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat TNI Mayjen TNI (Purn) Zainuddin.
Jihan Nurlela merupakan politisi muda kelahiran 1994 yang menamatkan jurusan kedokteran dan jurusan manajemen di Universitas Lampung dan Universitas Saburai. Sebelumnya, Jihan Nurlela merupakan santri di Pesantren Futuhiyah Mranggen Demak dan Pesantren Al Ishom Gleget Jepara.
Latar belakang sebagai santri di pesantren-pesantren yang merupakan basis kultural Nahdlatul Ulama (NU) ini, mendorong Jihad Nurlela juga aktif sebagai Pengurus Pusat Fatayat NU, Penasehat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU di Lampung Timur dan Ketua Pengurus Harian Satuan Komunitas Pramuka Maarif NU Provinsi Lampung.
Tentunya, selama aktif di bangku perkuliahan, Jihan Nurlela juga merupakan aktifis Pergerakan Mahasiswi Islam Indonesia (PMII) yang berafiliasi dengan NU.
Adapun AM Hendropriyono diketahui saat menjabat sebagai Pangdam Jaya (1993 – 1994) merupakan salah satu anggota Dewan Pelindung PMII yang saat itu diketuai oleh Ali Masykur Musa, yang saat ini menjabat sebagai Mudir Aly Jam’iyah Ahlut Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah (JATMAN) NU.
Bandara Gatot Subroto awalnya merupakan landasan pacu Jepang dibangun secara romusha dengan menindas rakyat di Way Tuba untuk digunakan oleh pesawat-pesawat Jepang menyerang pangkalan-pangkalan Belanda di Palembang dan sejumlah kota besar di Pulau Sumatra.
Pada akhir tahun 1989, saat menyisir sisa-sisa kelompok teroris pimpinan Warsidi yang berafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII) pasukan Korem Garuda Hitam Lampung yang dipimpin Kolonel INF AM Hendropriyono menemukan landasan pacu tersebut dan kemudian dikelola oleh TNI AD untuk mendukung kebutuhan militer.
Saat ini, Bandara Gatot Subroto juga melayani penerbangan sipil untuk mendukung mobilitas warga Way Tuba dan sejumlah daerah di sekitarnya. (Muqoddas).