SENAYANPOST- PBNU nampaknya semakin dekat dengan politik.
Hal itu dibersamai dengan adanya surat terbaru yang diterbitkan oleh Jam’iyah Nadhlatul Ulama.
Seperti apa selengkapnya?
Baca Juga: 10 Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW, Cocok untuk Status Instagram dan Broadcast WhatsApp
Jam’iyah Nadhlatul Ulama menerbitkan Surat Penghentian/Penangguhan Pelaksanaan AKN NU dan Nota Kesepahaman PBNU dengan CSCV bernomor 4368/PB.23/A.II.08.07/99/08/2025. Dengan itu, kecenderungan PBNU pada pragmatisme politik semakin kental.
Center for Shared Civilizational Values (CSCV) yang digawangi KH. A. Mustofa Bisri, KH. Yahya Cholil Staquf, C. Holland Tylor, Yaqut Cholil Qoumas, dan Dr. Timothy Samuel Shah, cukup memberikan dampak riskan bagi citra NU. CSCV pada gilirannya menjadi pintu masuk ideologi Zionisme.
CSCV memasukkan paham zionis ke tubuh NU, melalui penyelenggaraan kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU), sangat halus. Jika bukan karena kehadiran Dr. Peter Berkowitz, dkk., sebagai pemateri di AKN NU, mata publik mungkin akan lebih terkecoh.
Baca Juga: Alhamdulillah Bukan Seperti Arab Spring
Aktor utama kemelut ini terletak pada peran ganda KH. Yahya Cholil Staquf. Di satu sisi, ia sebagai Ketua Umum PBNU, dan di sisi lain, sebagai Presiden CSCV. Membuat nota kesepahaman apapun dan menyelenggaraan kegiatan apapun antara PBNU dan CSCV semudah membalikkan telapak tangan.
Rangkap jabatan dalam politik yang pragmatis bukan masalah. Masalah sesungguhnya yang paling signifikan adalah pembiaran oleh Rais Aam KH. Miftachul Akhyar. Penghentian atau penangguhan baru diputuskan setelah kritik pedas dilayangkan oleh publik.
Praktik politik Rais Aam bukan lagi pragmatis, tetapi telah condong pada oportunis. Sekiranya publik tidak peduli pada citra NU, boleh jadi restu Rais Aam akan berkelanjutan. PBNU akan terus dicemarkan oleh CSCV yang menjadi corong zionisme.
Baca Juga: Langkah-Langkah Jitu Mengelola Utang agar Terhindar dari Masalah Finansial
Oportunisme bukan gaya politik yang selayaknya diperankan oleh Rais Aam. Bagaimana pun NU adalah organisasi yang memiliki pijakan-pijak moral dan idealisme kokoh yang telah dicontohkan para muassis. Salah satunya adalah pembelaan terhadap kepentingan Palestina.
Politik oportunis hanya kontra produktif dengan perjuangan membela Palestina. Dengan dikeluarkannya surat penghentian dan penangguhan AKNU dan kerjasama PBNU dengan CSCV, solusi jangka pendek menyelamatkan citra NU mungkin berhasil. Tetapi, itu bukan solusi jangka panjang.
Artikel Terkait
Israeli Shiites and Iranian Jews
Abu Zayd Al-Balkhi: Pemikir Muslim yang Menyelami Kesehatan Mental Sejak Abad ke-9, Jauh Sebelum Psikologi Modern
Biaya Nol dan Hidup Teratur: Sekolah Rakyat Ubah Nasib Anak Kami
Tiga Prinsip Investasi yang Jadi Warisan Abadi Benjamin Graham Guru Investasi Warren Buffett Dari Margin of Safety hingga Value Investing
Intelijen dan Nurani Global: Saat Kebenaran Menjadi Senjata Terakhir