Opini: Indonesia Darurat Akhlak

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Kamis, 11 Juli 2024 | 18:45 WIB
Dr Abdul Aziz, M.Ag (kilat.com/Ahmad Fiqi)
Dr Abdul Aziz, M.Ag (kilat.com/Ahmad Fiqi)

Tanpa pembangunan jiwa, nilai moral, dan karakter bangsa yang kokoh, Indonesia sebagai negara maju tak lebih dari sekadar retorika pembangunan atau ilusi belaka.

Baca Juga: Kepala BNPT RI Figur Tepat untuk Menteri Agama di Era Presiden Prabowo Subianto

"Tak ada bangsa maju di dunia mana pun yang dibangun di atas fondasi moral yang rapuh, di atas budaya nepotisme, di atas penegakkan hukum yang tebang pilih, dan di atas penyalahgunaan kekuasaan yang merajalela," jelas Sukidi.

Seperti kita ketahui, sejumlah pucuk pimpinan lembaga negara yang amat vital dalam menjaga moral dan akhlak dicopot dari jabatannya.

Pertama, Anwar Usman, dicopot dari posisi Ketua Mahkamah Konstitusi pada November 2023 karena melanggar etik.

Lalu Firli Bahuri yang dipecat dari jabatan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terlibat kasus suap. Firli jadi satu-satunya pimpinan KPK dalam sejarah yang menjadi tersangka suap.

Baca Juga: Mangaka One Piece Ungkap Asal Mula Karakter Zoro dan Sanji, Ternyata Sudah Ada dari Lama!

Teranyar Hasyim Asy'ari, ketua KPU, yang terbukti melakukan tindakan asusila. HA melanggar kode etik penyelenggara pemilu. Ia pun dipecat DKPP, baik sebagai ketua maupun anggota KPU.

Di samping tiga kasus besar di atas, kini muncul kasus-kasus yang mencerminkan kebobrokan akhlak para penegak hukum.

Kasus kematian Vina dan Eki di Cirebon yang dikeroyok anak jalanan kini ramai lagi. Gegaranya, aparat keamanan melakukan salah tangkap. Terdakwa yang kini dipenjara ternyata bukan pelakunya.

Kasus Vina - Eki sebetulnya terjadi 27 Agustus 2016. Delapan tahun kemudian baru terkuak kebobrokan aparat hukum yg menanganinya berkat sebuah film horor berjudul "Vina Sebelum 7 Hari."

Baca Juga: Kalah Gugatan Praperadilan Kasus Pembunuhan Vina, Polda Jabar Bakal Bebaskan Pegi Setiawan

Pelaku sebenarnya "tertutup kabut". Diduga, terjadi kongkalikong antara pihak kepolisian dan pelaku pembunuhan.

Siapa pelaku sebenarnya? Publik menduga pelaku sebenarnya adalah anak seorang pejabat di Cirebon.

Lalu kasus kematian anak kecil Afif Maulana di Padang, Sumbar, 9 Juni 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB

Krapyak

Selasa, 21 April 2026 | 22:32 WIB

Muslihat AS Menyerang Iran

Selasa, 14 April 2026 | 17:11 WIB
X