Opini: Redupnya Adidaya Paman Sam

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Minggu, 16 April 2023 | 17:42 WIB
Bendera Amerika di atas lautan. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Jumat (31/3/2023), mengumumkan bahwa Washington akan membuka Kedutaan Besar di negara2 Pasifik (ist)
Bendera Amerika di atas lautan. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Jumat (31/3/2023), mengumumkan bahwa Washington akan membuka Kedutaan Besar di negara2 Pasifik (ist)

Baca Juga: Gitaris The Script Mark Sheehan Meninggal Dunia, Deretan Artis Sampaikan Ucapan Bela Sungkawa

Basis ekonomi tersebut berpengaruh pada kebijakan militer dan luar negeri kedua negara. Cina lebih mengusung diplomasi persahabatan untuk memasarkan produk pertanian dan manufakturnya. Amerika sebaliknya, mengusung diplomasi "peperangan" untuk menjual produk industri militernya.

Keberhasilan Cina mendamaikan konflik Iran dan Saudi Arabia, misalnya, merupakan kekalahan Amerika. Jika kedua negara kaya minyak yang selama ini bermusuhan berdamai, jelas kebutuhan persenjataannya akan berkurang.

Sebaiknya, kebutuhan produk pertanian dan manufaktur akan meningkat. Cina yang diuntungkan.

Di Afrika, misalnya, kini makin banyak negeri yang berkiblat ke Cina. Bantuan Cina terhadap pembangunan ekonomi negara-negara Afrika seperti Ethiopia, Zambia, dan Gabon, telah berhasil meningkatkan ekonomi tiga negara tersebut.

Baca Juga: Opini: AM Hendropriyono Bicara soal Taman Sekar Wijaya Kusuma hingga Urgensi Aksara Nusantara

Di pihak lain, industri militer Amerika -- kini tengah menjadi bumerang di dalam negeri. Industri senjata api, misalnya, kini tengah menimbulkan kekacauan di dalam negeri. Amerika adalah negeri yang insecure.

Fenomena aneh terjadi. Di tengah parahnya pandemi Covid-19, mata dagangan paling laris di AS justru senjata api.

Bukan makanan untuk persediaan hidup. Rakyat Amerika sampai antri di toko-toko yang menjual senjata api. Mereka takut terhadap perampokan dan kebrutalan orang-orang miskin yang menjarah hartanya. Makanya, mereka pun siap dengan senjata.

Dewasa ini, pembunuhan dengan senjata api sangat banyak di Amerika. Korbanya orang-orang tak bersalah dan anak-anak sekolah. Koran Washington Post menulis, jumlah kematian akibat kepemilikan senjata api pada rakyat Amerika jauh lebih besar dari peperangan yang melibatkan Amerika dalam satu abad terakhir.

Baca Juga: Jadwal Rilis Terbaru dan Prediksi Manga One Piece Chapter 1081, Oda Sensei Istirahat Sepekan

Jumlah orang Amerika yang tewas akibat perang dunia pertama dan kedua serta sejumlah peperangan lain hanya mencapai 1,3 juta orang. Sedangkan yang tewas akibat kepemilikan bebas senjata api pada rakyat Amerika, mencapai 1,5 juta orang.

Dari gambaran di atas, kita bisa melihat -- Paman Sam sebagai negara adidaya mulai redup. Sedangkan Paman Deng sedang bangkit. Cepat atau lambat era superpower Paman Sam akan berakhir. Gantinya Paman Deng.

Sejak sekarang kebijakan ekonomi dan luar negeri Indonesia harus mulai melakukan penyesuaian ke arah sana. Hukum alam menyatakan, dunia terus berubah. Tak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.

Ya. Sejarah telah mencatat, negara adidaya dari abad ke abad datang silih berganti. Bukan tidak mungkin suatu ketika, Indonesia pun akan menjadi negeri adidaya. Asalkan semua saratnya terpenuhi. Kerja keras, disiplin, antikorupsi, berpikir maju, dan kualitas pendidikan ditingkatkan. Semoga!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X