Biro Statistik AS mencatat, defisit perdagangan Cina-AS tahun 2021 di masa pandemi sebesar 355,3 miliar USD. Sebelumnya,Mtahun 2020 di awal pandemi, defisit 310,3 miliar USD. Bahkan di tahun 2018, defisit perdagangan tersebut, mencapai 418,2 milyar USD.
Baca Juga: Preview Dr Romantic 3: Kim Sabu Berhasil Buka Trauma Center di RS Doldam, Satu Sosok Ini Menanti!
Ini artinya di masa pandemi defisit perdagangan antara Cina dan Amerika tetap terjadi, meski Tiongkok menerapkan kebijakan lockdown sangat ketat. Dari gambaran ini bisa disimpulkan, dalam percaturan ekonomi, Amerika sudah loyo menghadapi Cina.
Kita lihat ke belakang. Pada tahun 1970, Biro Statistik AS mencatat GDP Cina hanya 11% dari GDP Amerika. Saat itu, Cina adalah negara miskin.
Tapi sekarang tahun 2022, sejak Cina menerapkan kebijakan perdagangan bebas terkendali, GDP Cina sudah 76% dari Amerika.
Bahkan menurut perhitungan The Economist dan Financisl Times, saat ini, GDP Cina telah melampaui Amerika.
Baca Juga: Jadwal Tayang dan Preview Anime Oshi no Ko Episode 2 Sub Indo
Elon Musk, CEO Tesla dan XSpace, memperkirakan GDP Cina sudah hampir.dua kali lipat dari AS. Ini artinya, besaran ekonomi Cina sudah jauh melampaui Amerika.
Betul income perkapita Cina masih lebih rendah dari AS karena populasi Cina empat kali lipat lebih banyak.
Karena itu, kata Elon Musk, jika income perkapita penduduk Cina setengah dari penduduk AS saja, kekayaan Paman Deng sudah dua kali lipat dari Paman Sam.
Baca Juga: Daftar Kendaraan yang Dilarang Melintas saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2023
Secara sinis, Elon Musk mengingatkan, AS jangan pernah menyingkirkan Cina. Karena pembeli terbesar produk AS adalah Cina. Jika Cina memboikot produk AS, Paman Sam akan koleps.
Kini, Elon Musk, raja mobil listrik dunia, tengah membangun pabrik batere raksasa di Cina untuk menghadapi booming permintaa mobil setrum tersebut.
Sedangkan Cina tengah membangun pabrik chips raksasa, untuk kebutuhan industri mobil listrik dan elektronika yang berkembang pesat di dunia.
Industri di Cina, diprediksi Financial Times akan lebih berkembang dari Amerika. Hal ini terjadi, tulis Financial Times, karena ekonomi AS berbasis industri militer. Sedangkan Cina berbasis pertanian dan manufaktur.
Artikel Terkait
Vladimir Putin Setuju Amerika Serikat Terlibat dalam Ledakan Pipa Gas Nord Stream
Profil Evan Gershkovich, Wartawan Amerika Serikat yang Dituding Mata-mata oleh Rusia
Dewa 19 Rilis Video Musik Love is Blind, Begini Cara Ahmad Dhani Biar Musisi Amerika Ikut Dilibatkan
Dokumen Rencana Perang Ukraina oleh Amerika dan NATO Bocor di Media Sosial, Pentagon Adakan Investigasi
Dokumen Rahasia Bocor, Amerika Serikat Diduga Mata-matai Sekjen PBB Gegara Ini