"Klaim bahwa Iran hanya beberapa minggu lagi untuk memiliki senjata nuklir—yang telah diulang selama lebih dari tiga dekade—tidak mengubah fakta bahwa Iran tidak pernah memilih jalur tersebut," ujar pernyataan itu.
Iran menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan merupakan hak yang dijamin secara internasional, termasuk dalam kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Sebagai konteks, program nuklir Iran telah lama menjadi sorotan dan tekanan negara-negara Barat.
Setelah kesepakatan nuklir JCPOA pada 2015, Iran sempat menjalankan komitmennya hingga Amerika Serikat menarik diri pada 2018.
Baca Juga: Presiden Prabowo Temui Emmanuel Macron di Paris, Bahas Alutsista hingga Ekonomi Kreatif
Hingga kini, Iran menyatakan tetap membuka peluang untuk kesepakatan baru yang stabil dan dapat diverifikasi, termasuk terkait pencabutan sanksi.***
Artikel Terkait
Upaya Negara Kawasan Hidupkan Kembali Pembicaraan AS dan Iran: Pintu Diplomasi Masih Terbuka
Muslihat AS Menyerang Iran
Militer Amerika Serikat Nyatakan Selat Hormuz Tertutup Total bagi Perdagangan Iran
Presiden AS Donald Trump Sebut Perang terhadap Iran 'Hampir Berakhir'
Kedubes Iran di Indonesia Himpun Donasi Rp9 Miliar, Libatkan Lebih dari 24 Ribu Warga