SENAYANPOST - Misi Tetap Iran untuk Organisasi Internasional di Wina menolak keras tuduhan terbaru terkait ambisi nuklir Teheran, dengan menyebut klaim bahwa Iran berupaya memiliki senjata nuklir sebagai 'kebohongan besar' yang tidak didukung bukti.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X pada Selasa, misi tersebut menegaskan bahwa narasi mengenai ambisi senjata nuklir Iran merupakan bentuk propaganda.
"Pernyataan bahwa 'Iran tidak akan memiliki senjata nuklir… mereka masih menginginkannya' adalah kebohongan besar," demikian pernyataan Misi Iran pada 15 April 2026, dikutip SenayanPost.com dari IRNA News Agency.
Iran juga menyindir pola komunikasi yang dianggap mengulang tuduhan tanpa dasar.
Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Sebut Perang terhadap Iran 'Hampir Berakhir'
"Teknik propaganda 'Kebohongan Besar'—mengulang kebohongan hingga dianggap sebagai kebenaran—tidak lagi relevan di era modern," lanjut pernyataan tersebut.
Misi Iran menegaskan kembali posisi resmi Teheran bahwa negara tersebut tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir dalam kondisi apa pun.
"Dalam keadaan apa pun, Iran tidak akan pernah mencari, mengembangkan, atau memperoleh senjata nuklir," tegasnya.
Pernyataan itu juga merujuk pada laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang menurut Iran telah berulang kali melakukan verifikasi tanpa menemukan bukti adanya program senjata nuklir.
"Setelah proses verifikasi paling ketat dalam sejarahnya, IAEA mengakui bahwa Iran tidak memiliki program senjata nuklir," klaim Misi Iran.
Baca Juga: Kedubes Iran di Indonesia Himpun Donasi Rp9 Miliar, Libatkan Lebih dari 24 Ribu Warga
Selain itu, Iran turut menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai bertentangan dengan penilaian komunitas intelijen AS sendiri.
Misi tersebut juga menolak klaim lama dari Israel mengenai kedekatan Iran dengan kepemilikan senjata nuklir.
Artikel Terkait
Upaya Negara Kawasan Hidupkan Kembali Pembicaraan AS dan Iran: Pintu Diplomasi Masih Terbuka
Muslihat AS Menyerang Iran
Militer Amerika Serikat Nyatakan Selat Hormuz Tertutup Total bagi Perdagangan Iran
Presiden AS Donald Trump Sebut Perang terhadap Iran 'Hampir Berakhir'
Kedubes Iran di Indonesia Himpun Donasi Rp9 Miliar, Libatkan Lebih dari 24 Ribu Warga