SENAYANPOST – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengumumkan bahwa kapal-kapal perang mereka telah berhasil memblokade total perdagangan laut Iran melalui Selat Hormuz. Langkah ini menandai eskalasi serius dalam upaya Washington untuk melumpuhkan ekonomi Teheran di tengah ketegangan yang terus memuncak.
Dalam laporan yang diterbitkan oleh Russian Today pada Rabu, (15/4/26), Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menegaskan bahwa blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran kini telah diterapkan sepenuhnya. Hal ini dimungkinkan karena pasukan Amerika Serikat terus mempertahankan keunggulan militer di kawasan perairan Timur Tengah.
Pentingnya Selat Hormuz dan Arti Blokade Total
Bagi pembaca awam, Selat Hormuz adalah jalur air sempit yang menjadi pintu masuk utama bagi kapal-kapal pengangkut energi di dunia. "Blokade total" berarti tidak ada kapal dagang yang diperbolehkan masuk atau keluar dari pelabuhan Iran. Langkah ini diambil untuk menghentikan aliran pendapatan Iran dari sektor ekspor minyak dan perdagangan barang lainnya.
"Dalam waktu kurang dari 36 jam sejak blokade diterapkan, pasukan Amerika Serikat telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar dari Iran melalui jalur laut," ujar Laksamana Brad Cooper dalam pernyataan resminya yang dikutip oleh Russian Today.
Baca Juga: Muslihat AS Menyerang Iran
Meskipun militer Amerika Serikat mengklaim keberhasilan penuh, situasi di lapangan dilaporkan masih sangat dinamis. Berdasarkan laporan media lain seperti Wall Street Journal, terdapat setidaknya 20 kapal komersial yang tetap mencoba melintasi selat tersebut dalam 24 jam terakhir. Amerika Serikat sendiri dilaporkan telah mencegat delapan kapal tanker sejak Senin pagi.
Keputusan blokade ini diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada hari Minggu setelah upaya damai yang dijembatani oleh Pakistan menemui jalan buntu. Sebelumnya, Iran sempat menutup selat tersebut bagi "kapal-kapal musuh" sebagai tanggapan atas serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada akhir Februari lalu.
Dampak Global dan Gencatan Senjata yang Runtuh
Kegagalan diplomasi ini menghancurkan harapan yang sempat muncul setelah kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata selama dua minggu pada awal April. Sejak saat itu, harga energi dunia terus merangkak naik karena gangguan pada rantai pasokan global.
Pihak Iran sendiri menuntut pengakuan atas kedaulatan mereka di wilayah perairan tersebut, namun Amerika Serikat menolak syarat-syarat yang diajukan. Dengan diterapkannya blokade total ini, krisis di Timur Tengah diprediksi akan memasuki babak baru yang lebih keras, di mana jalur ekonomi kini menjadi medan pertempuran utama selain konfrontasi militer secara langsung. *
Artikel Terkait
Trump Kritik Keras Penolakan Sekutu di Selat Hormuz: Sebut Kurang Balas Budi
Penutupan Selat Hormuz dan Perang Berlarut (Attrition Warfare) Iran-AS-Israel
Parlemen Iran Setujui RUU Biaya Tol untuk Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Biayanya Capai Rp33,8 Miliar
Laporan Intelijen AS: Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz dalam Waktu Dekat
Sumber Pakistan Ungkap Pembahasan Selat Hormuz antara AS dan Iran