Upaya Negara Kawasan Hidupkan Kembali Pembicaraan AS dan Iran: Pintu Diplomasi Masih Terbuka

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 13 April 2026 | 22:09 WIB
Negara kawasan Timur Tengah berupaya hidupkan kembali pembicaraan AS dan Iran setelah sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan. (Dok. Quds News Network)
Negara kawasan Timur Tengah berupaya hidupkan kembali pembicaraan AS dan Iran setelah sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan. (Dok. Quds News Network)

SENAYANPOST - Setelah berakhir tanpa kesepakatan, negara-negara di kawasan Timur Tengah berupaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, menurut laporan dari Wall Street Journal.

Sebagaimana diketahui, telah berlangsung pembicaraan tingkat tinggi di Islamabad yang berakhir tanpa kesepakatan.

Diskusi tersebut, yang digambarkan sebagai pertemuan tatap muka paling signifikan antara pejabat Amerika dan Iran sejak 1979, berakhir buntu.

Namun, para pejabat mengatakan saluran diplomatik tetap terbuka, dengan kemungkinan putaran kedua pembicaraan dalam beberapa hari mendatang.

Upaya juga sedang dilakukan untuk memperpanjang gencatan senjata dua minggu yang rapuh yang diumumkan awal pekan ini, dengan mediator regional dilaporkan telah menghubungi Washington dan Teheran dalam upaya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Baca Juga: Negosiasi AS dan Iran di Islamabad Buntu, Ketua Parlemen Ghalibaf Sebut Ada Krisis Kepercayaan antara Washington dan Teheran

Poin-poin penting yang jadi kendala

Pembicaraan tersebut gagal, menurut media pemerintah Iran, karena tuntutan AS dianggap 'berlebihan dan tidak logis', meskipun Iran telah melakukan upaya negosiasi yang ekstensif selama 21 jam yang bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional.

Menurut para pejabat, perselisihan utama berpusat pada masa depan Selat Hormuz, termasuk proposal yang terkait dengan pembukaan kembali jalur air tersebut tanpa mengenakan biaya transit.

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English, masalah lain yang belum terselesaikan termasuk persediaan uranium yang sangat diperkaya Iran dan tuntutan Teheran untuk pelepasan sekitar 27 miliar dolar AS aset beku yang disimpan di luar negeri.

Baca Juga: Netanyahu Sebut Kampanye Lawan Iran Belum Berakhir, Klaim Hancurkan Program Nuklir dan Rudal Teheran

Para negosiator Iran dilaporkan mengajukan proposal tandingan yang memungkinkan pengayaan uranium terbatas atau pengurangan persediaan yang ada, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Meskipun terjadi kegagalan, para pejabat menekankan bahwa 'pintu tetap terbuka' untuk diplomasi lebih lanjut, dengan pemerintah regional terus berupaya untuk memulai kembali pembicaraan.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional, dengan keamanan maritim dan aliran energi melalui Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama bagi pasar global dan para pembuat kebijakan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X