Dalam pandangannya, Iran di bawah Mojtaba berpotensi menjadi lebih kaku secara politik di dalam negeri dan lebih tegas dalam kebijakan luar negeri.
"Iran mungkin akan menjalankan kebijakan luar negeri yang lebih dogmatis sambil memperdalam hubungan strategis dengan Rusia dan Tiongkok," kata Citrinowicz.
Ia juga menilai bahwa harapan sebagian pihak di Washington bahwa perubahan kepemimpinan di Iran dapat membuka ruang dialog dengan Amerika Serikat kemungkinan tidak akan terwujud.
Baca Juga: Iran: Tiga Kali Dikhianati, Teheran Tak Percaya Lagi Diplomasi dengan AS
"Mojtaba Khamenei kemungkinan termasuk di antara pemimpin Iran terakhir yang bersedia terlibat dengan Amerika Serikat," ujarnya.
Meski demikian, Citrinowicz menekankan bahwa masih belum jelas seberapa besar otoritas formal yang nantinya dimiliki Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi.
Menurutnya, bahkan jika otoritas pribadinya lebih terbatas dibanding ayahnya, IRGC kemungkinan akan memainkan peran yang lebih dominan dalam menentukan arah strategis Iran.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagian pihak mungkin berharap pergantian kepemimpinan dapat memicu gelombang protes domestik di Iran, namun hal tersebut tidak boleh dianggap pasti.
"Kesalahan besar jika meremehkan kekuatan IRGC dan tekad mereka untuk memastikan kepemimpinan Mojtaba," kata Citrinowicz.
Baca Juga: Chappy Hakim Sebut Ada Tiga Pihak yang Bisa Hentikan Perang AS-Israel dan Iran di Timur Tengah
Pada akhirnya, ia menilai jika Mojtaba berhasil mengonsolidasikan kekuasaan, Iran kemungkinan akan mengambil posisi yang lebih keras secara geopolitik, memperkuat kemampuan militernya, serta memperdalam kemitraan strategis dengan Rusia dan Tiongkok.***
Artikel Terkait
Profil Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Gantikan Ayatollah Ali Khamenei
Chappy Hakim Sebut Ada Tiga Pihak yang Bisa Hentikan Perang AS-Israel dan Iran di Timur Tengah
Iran: Tiga Kali Dikhianati, Teheran Tak Percaya Lagi Diplomasi dengan AS
Putra Muassis NU Pimpin Ribuan Nahdliyin Doakan Kemenangan Iran Lawan Amerika Serikat dan Israel
Kedubes Iran di Jakarta Ungkap Skala Kerusakan Masif: 9.669 Target Sipil Hancur Akibat Agresi AS-Israel