SENAYANPOST - Analis intelijen Israel, Danny Citrinowicz, menilai kepemimpinan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berpotensi membawa negara itu ke arah yang lebih keras dibanding era ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut Citrinowicz, meskipun Mojtaba tidak pernah memegang jabatan resmi dalam struktur pemerintahan Iran, ia telah lama beroperasi di balik layar dalam lingkaran dalam kekuasaan ayahnya.
"Mojtaba Khamenei mungkin mewakili versi yang lebih garis keras dan lebih kuat dari ayahnya," tulis Citrinowicz pada 9 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari X @citrinowicz.
Ia menjelaskan bahwa Mojtaba selama ini dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di sekitar kantor Pemimpin Tertinggi Iran, meskipun perannya lebih banyak berlangsung secara informal.
Citrinowicz juga menyoroti dukungan kuat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap Mojtaba.
"Naiknya Mojtaba sangat didukung oleh IRGC, dan tidak diragukan lagi pengaruh mereka akan semakin besar di bawah kepemimpinannya," ujarnya.
Namun demikian, ia menilai bahwa Mojtaba kemungkinan masih akan bergantung pada sejumlah tokoh senior dalam proses pengambilan keputusan, terutama karena pengalaman terbatasnya di bidang keamanan dan kebijakan luar negeri.
Beberapa nama yang disebut berpotensi memainkan peran penting di sekitarnya antara lain Ali Larijani dan Mohammad Bagher Ghalibaf.
Citrinowicz juga menyebut bahwa situasi yang menyebabkan wafatnya Ayatollah Ali Khamenei secara tidak langsung membuka jalan bagi putranya untuk naik ke posisi tertinggi.
Baca Juga: Putra Muassis NU Pimpin Ribuan Nahdliyin Doakan Kemenangan Iran Lawan Amerika Serikat dan Israel
"Ironisnya, penghapusan Khamenei justru mungkin membuka jalan bagi kenaikan putranya," katanya.
Ia memperkirakan pemimpin baru Iran yang naik dalam situasi seperti ini bisa memiliki dorongan kuat untuk melakukan pembalasan terhadap Israel dan Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Profil Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Gantikan Ayatollah Ali Khamenei
Chappy Hakim Sebut Ada Tiga Pihak yang Bisa Hentikan Perang AS-Israel dan Iran di Timur Tengah
Iran: Tiga Kali Dikhianati, Teheran Tak Percaya Lagi Diplomasi dengan AS
Putra Muassis NU Pimpin Ribuan Nahdliyin Doakan Kemenangan Iran Lawan Amerika Serikat dan Israel
Kedubes Iran di Jakarta Ungkap Skala Kerusakan Masif: 9.669 Target Sipil Hancur Akibat Agresi AS-Israel