SENAYANPOST - Majelis Ahli mengumumkan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang gugur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
Mojtaba Khamenei diketahui adalah putra kedua dari mendiang Ali Khamenei yang ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Berikut ini profil Ayatollah Mojtaba Khamenei yang baru saja dilantik menjadi Rahbar baru Iran sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Tasnim News.
Ayatollah Haj Seyyed Mojtaba Khamenei, putra kedua dari pemimpin yang gugur dan marja Ayatollah Al Uzma Seyyed Ali Khamenei, lahir pada tahun 1969 di Mashhad.
Baca Juga: Mantan KSAU Chappy Hakim Ungkap Amerika Serikat Mencari Jalan Keluar Hentikan Perang ke Iran
Beliau menyelesaikan studi seminari pendahuluan di sekolah suci Ayatollah Mojtahedi Tehrani dan selama Perang Saudara berada di antara para pejuang Islam di medan perang.
Setelah berakhirnya perang yang dipaksakan, pada tahun 1989 beliau pergi ke Qom untuk melanjutkan studi seminari dan tinggal di sana hingga awal tahun 1992.
Pada tahun 1992, beliau kembali ke Teheran selama lima tahun dan melanjutkan pendidikan seminari di sana.
Pada tahun 1997, beliau menikahi Zahra Haddad Adel yang telah gugur sebagai syahid, dan pada tahun yang sama berhijrah ke Qom untuk kedua kalinya guna menyelesaikan studi seminari dan memperoleh berkah spiritual.
Beliau memperoleh manfaat dari pelajaran tingkat lanjut dari Ayatollah Ahmadi Miyaneji, Reza Ostadi, Ousti, dan beberapa guru terkemuka lainnya di Qom.
Khamenei mengikuti pelajaran fiqih dan prinsip-prinsip tingkat lanjut di hadapan ayahnya yang telah gugur sebagai syahid, Ayatollah al-Uzma Khamenei, dan juga dari Ayatollah Sheikh Javad Tabrizi, Sheikh Hossein Vahid Khorasani, Seyyed Mousa Shabiri Zanjani, Agha Mojtaba Tehrani, dan Sheikh Mohammad Mo'men Qomi.
Beliau telah aktif mengajar berbagai pelajaran tingkat lanjut secara terus menerus selama lebih dari 17 tahun.
Artikel Terkait
Dubes Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi dengan Amerika Serikat
Perkiraan Intelijen Strategis (Perang Israel–AS Melawan Iran Menuju Fase Akhir)
Gubernur Pramono Anung Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman di Tengah Konflik Iran dan AS-Israel
Iran Tanpa Rahbar, Dewan Kepemimpinan Sementara Dibentuk, Citrinowicz Soroti Retaknya Sistem Pengambilan Keputusan
Mantan KSAU Chappy Hakim Ungkap Amerika Serikat Mencari Jalan Keluar Hentikan Perang ke Iran