Konflik AS dan Iran Memanas, Rizal Mallarangeng: Rusia dan Tiongkok Tak Akan Turun Tangan Militer

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 3 Maret 2026 | 18:07 WIB
Pengamat politik Rizal Mallarangeng menilai Iran tidak akan dibantu oleh Rusia dan Tiongkok secara militer. (fmprc.gov.cn)
Pengamat politik Rizal Mallarangeng menilai Iran tidak akan dibantu oleh Rusia dan Tiongkok secara militer. (fmprc.gov.cn)

SENAYANPOST - Pengamat politik Rizal Mallarangeng menilai Rusia dan Tiongkok tidak akan terlibat secara langsung dalam konflik militer antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.

Menurut Rizal, Rusia saat ini tengah fokus pada perang di Ukraina dan tidak memiliki insentif strategis untuk membuka front baru di Timur Tengah.

Sejauh ini, Rusia sendiri masih bernegosiasi dengan Ukraina untuk bisa tercapai kesepakatan perdamaian.

"Mereka nggak akan mau Rusia intervensi, ikut membantu Iran. Dia udah sibuk di Ukraina," kata Rizal Mallarangeng pada 2 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari Instagram @totalpolitikcom.

Baca Juga: 'Negosiasi Rasa Jebakan Batman', Dubes Iran Nilai Diplomasi dengan AS Kerap Berujung Serangan

Ia menambahkan bahwa posisi Rusia justru relatif diuntungkan apabila perhatian global terpecah, selama tekanan terhadap Moskow dalam isu Ukraina tidak meningkat.

"Orang diam aja terhadap apa yang dilakukan di Ukraina oleh Rusia, Putin udah sangat senang. Ngapain dia ambil risiko lagi untuk berperang terbuka dengan Amerika di Timur Tengah," ujarnya.

Sementara itu, terkait Tiongkok, Rizal menilai Beijing juga tidak memiliki kepentingan untuk terlibat dalam konflik militer langsung melawan Amerika Serikat.

"Tiongkok nggak mau lah, dia sibuk dengan dagang, dia senang banget dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Kan di sini juga masih ada problem Taiwan, ngapain dia ngurusin Iran," katanya.

Baca Juga: Indonesia Siap Mediasi, Iran Tegaskan Tak Akan Negosiasi dengan AS dan Serukan Dukungan Dunia Islam

Menurut Rizal, kepentingan utama Tiongkok terhadap Iran lebih bersifat ekonomi, khususnya terkait pasokan energi.

"Dia berkepentingan karena membeli 90 persen ekspor minyak Iran, kepentingannya cuma itu," ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa kepentingan ekonomi tersebut tidak serta-merta akan diterjemahkan menjadi dukungan militer.

"Jangan harap dia mau kirim tentara melawan Amerika di Iran, itu jauh panggang dari api," tegas Rizal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Instagram @totalpolitikcom

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X