SENAYANPOST - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa serangan terbaru terhadap Iran kembali terjadi di tengah proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), sehingga semakin mengikis kepercayaan Teheran terhadap Washington dan Israel.
Menurut Boroujerdi, pola serangan saat negosiasi bukanlah hal baru bagi Iran.
Diketahui, sebelum serangan yang terjadi baru-baru ini, AS dan Iran tengah melakukan negosiasi yang dimediasi oleh Oman sebanyak tiga putaran.
Bahkan Iran sudah mengirim utusan untuk pergi ke Vienna membicarakan hal teknis dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) usai negosiasi putaran ketiga tersebut.
Baca Juga: Beredar Video Pidato Trump dan Netanyahu Menggunakan Bahasa Persia di Siaran TV Iran
"Tentu ini bukan pertama kali bagi kami, di mana kami berada di tengah sebuah negosiasi, serangan terjadi kepada negara kami," ujar Borourjerdi pada 2 Maret 2026 saat konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya telah berlangsung lima putaran perundingan dengan AS dan saat itu Iran tengah menantikan putaran keenam ketika serangan terjadi.
"Sebelumnya, lima putaran negosiasi telah dilakukan dan sedang menanti putaran keenam. Di tengah negosiasi, mereka melakukan penyerangan terhadap Iran," katanya.
Boroujerdi menambahkan bahwa dalam putaran terbaru, Iran dan AS telah menjalani tiga kali pertemuan, bahkan mediator Oman disebut telah melihat adanya indikasi kesepahaman awal.
Baca Juga: Cerita Tresnany Moonlight yang Tak Hanya Dengar Suara Ledakan tapi Pecahan Rudal Iran Jatuh ke Hotel
"Kali ini, kami sudah melakukan tiga kali negosiasi dan seperti yang disampaikan pihak Oman, ada indikasi kesepakatan awal. Tetapi lagi-lagi di tengah negosiasi, Amerika Serikat bersama rezim Zionis Israel menyerang negara kami," ujarnya.
Ia juga melontarkan kritik keras terhadap hubungan Washington dan Tel Aviv.
"Kelihatannya APBN Amerika Serikat, pajak yang dibayarkan oleh rakyat Amerika, tentara Amerika, sedang disandera rezim Zionis Israel," kata Boroujerdi.
Menurutnya, setiap kali negosiasi mendekati titik kesepakatan, Israel melakukan provokasi yang mendorong AS untuk mengambil langkah militer.
Artikel Terkait
Dino: Rencana Mediasi Prabowo ke Iran Tidak Realistis, AS Bakal Ogah Ditengahi
Dino Patti Djalal: Konflik Iran Bisa Jadi Pengalihan Isu Domestik Trump di Tengah Kasus Epstein
Viral Semua Penerbangan di Timur Tengah Diklaim Tertunda usai Meletusnya Perang Israel vs Iran
Cerita Tresnany Moonlight yang Tak Hanya Dengar Suara Ledakan tapi Pecahan Rudal Iran Jatuh ke Hotel
Beredar Video Pidato Trump dan Netanyahu Menggunakan Bahasa Persia di Siaran TV Iran