Dubes Iran di Indonesia Ungkap Iran Tak Lagi Percaya Lakukan Perundingan dengan Amerika Serikat

photo author
Hanggi Senayan Post, Senayan Post
- Selasa, 3 Maret 2026 | 07:33 WIB
Dubes Iran di Indonesia Mohammad Boroujerdi, tegaskan Iran tak lagi percaya pada perundingan yang dilakukan Amerika Serikat (Hanggi/Senayan Post)
Dubes Iran di Indonesia Mohammad Boroujerdi, tegaskan Iran tak lagi percaya pada perundingan yang dilakukan Amerika Serikat (Hanggi/Senayan Post)

SENAYANPOST - Setelah apa yang telah dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran beberapa hari belakangan ini, membuat Republik Islam Iran tak lagi mau lakukan perundingan dengan Amerika Serikat.

Sehingga apapaun yang ditawarkan oleh pihak Paman Sam, untuk membawa Iran ke meja perundingan akan ditolak, termasuk melakukan perundingan ulang tentang program nuklir maupun sistem demokrasi di Iran.

Hal tersebut diungkap oleh Mohammad Boroujerdi, Duta Beaar Iran untuk Indonesia saat konferensi pers di Jakarta.

Boroujerdi menegaskan, negaranya tak lagi dapat memegang komitmen AS dalam usaha bersama menghindari permusuhan dan perang. “Bagi kami, tidak ada lagi negosiasi,” tegasnya kepada wartawan.

Baca Juga: Dubes Iran: Israel Bukan Anggota NPT, Tapi Serang Teheran dan Menuduh Kami Ancaman

Lebih lanjut Boroujerdi menjelaskan sikap keras terswbut bukan tanpa alasan, pasalnya Iran berkali-kali mengikuti kemauan Amerika Serikat untuk berdialog ke meja perundingan.

Namun, Iran tetap menjadi target penyerangan dan agresi oleh AS bersama Zionis Israel.

“Saat ini kami tidak lagi percaya perundingan dengan Amerika Serikat, karena ketika perundingan kami lakukan, Amerika Serikat dengan Zionis Israel menyerang Iran,” kata dia.

Menurut Boroujerdi, Iran setidaknya lebih dari lima kali tunduk pada kemauan Amerika untuk berunding tentang program nuklir sejak 2015.

Dia mencontohkan pada periode kesepakatan nuklir Iran, atau yang dikenal Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Kesepakatan itu, kata Borojerdi, sudah disetujui oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB).

“Tetapi apa yang terjadi? Amerika Serikat secara sepihak memilih keluar dari kesepakatan,” ujar dia.

Lepas itu, Iran pun menjadi target kampanye hitam di level internasional dengan narasi memproduksi senjata nuklir yang mengancam.

Narasi tersebut berujung pada krisis politik, yang membuat Iran mendapatkan sanksi dan serangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi Senayan Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X